Dikebut, Pembangunan Sekolah Rakyat Ditarget Rampung Juni 2026

4 hours ago 4

Dikebut, Pembangunan Sekolah Rakyat Ditarget Rampung Juni 2026 Sekolah Rakyat yang tuntas direnovasi oleh Nindya Karya. ANTARA - HO/Nindya Karya

Harianjogja.com, KULONPROGO—Pembangunan Sekolah Rakyat (SR) di Kalurahan Gulurejo di Kapanewon Lendah terus dikebut dengan peningkatan jumlah tenaga kerja. Hingga Minggu (3/5/2026), progres fisik proyek telah mencapai 44,53 persen.

Ketua Tim Teknis Pembangunan SR DIY, Sri Wahyudi, menyebutkan jumlah pekerja kini bertambah menjadi sekitar 893 orang dari sebelumnya 840 orang. Penambahan ini dilakukan untuk mempercepat pengerjaan struktur bangunan.

"Saat ini sudah mencapai di 44 persen. Nanti seiring waktu, bertambahnya pekerjaan, jumlah pekerja juga akan menambah," katanya kepada wartawan.

Saat ini, fokus pengerjaan berada pada penyelesaian struktur bangunan yang ditargetkan rampung pada awal Mei. Setelah itu, proyek akan masuk ke tahap arsitektur serta pekerjaan Mechanical, Electrical, and Plumbing (MEP) dan lanskap.

Sekolah Rakyat di Gulurejo ini terdiri atas 25 massa bangunan yang terbagi dalam 21 zona. Skala proyek yang cukup besar membuat percepatan pekerjaan menjadi prioritas utama.

Sri Wahyudi memastikan tidak ada kendala teknis berarti selama proses pembangunan. Ketersediaan material dinilai mencukupi untuk mendukung percepatan proyek.

"Kendalanya sekarang ini paling kita, masalah cuaca. Tapi itu kita bisa atasi dengan mengejar struktur. Kalau sudah selesai, jadi pekerjaan arsitek nanti bisa dikerjakan tanpa terpengaruh dengan cuaca," ungkapnya.

Untuk menjaga target penyelesaian, jam kerja pekerja saat ini berlangsung dari pagi hingga pukul 22.00 WIB. Bahkan, penambahan jam kerja dan sistem shift disiapkan saat memasuki tahap pekerjaan arsitektur.

"Nanti ketika sudah pekerjaan arsitek, kita akan melakukan pekerjaan sistem shift," jelasnya.

Di sisi lain, Kepala Satker Pelaksana Prasarana Strategis DIY, Haryo Satriyawan, menegaskan percepatan dilakukan agar proyek selesai sesuai target nasional pada Juni 2026.

Ia juga menyoroti dampak ekonomi dari proyek tersebut bagi masyarakat sekitar. Kehadiran ratusan pekerja yang bermalam di sekitar lokasi turut mendorong pertumbuhan usaha kecil.

“Bermalam di rumah-rumah warga dan adanya pembangunan SR tumbuh banyak UMKM sehingga menambah perekonomian daerah ini,” tegasnya. Dengan kondisi ini, proyek Sekolah Rakyat tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik, tetapi juga memberi efek langsung bagi aktivitas ekonomi masyarakat di sekitar lokasi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|