
Sekretaris Daerah (Sekda) DIY, Ni Made Dwipanti Indrayanti ditemui usai Apel Kesiapsiagaan dan Gelar Peralatan dalam rangka Peringatan 20 Tahun Gempa DIY-Jateng di Kompleks Candi Prambanan./Harian Jogja -- Catur Dwi Janati
Harianjogja.com, SLEMAN — Pemerintah Daerah DIY bergerak serius menekan angka kejahatan jalanan yang meresahkan masyarakat. Salah satu langkah strategis yang kini tengah dimatangkan adalah pembentukan satuan tugas (satgas) khusus lintas sektoral.
Sekretaris Daerah DIY, Ni Made Dwipanti Indrayanti, mengungkapkan bahwa satgas ini akan menjadi ujung tombak penanganan kejahatan jalanan dengan pendekatan komprehensif.
“Tiga langkah utama yang kami siapkan adalah pencegahan, penegakan hukum, dan rehabilitasi,” ujarnya saat ditemui di kawasan Candi Prambanan, Sabtu (23/5/2026).
Libatkan Polisi hingga BIN
Satgas ini tidak hanya melibatkan unsur pemerintah daerah, tetapi juga berbagai lembaga strategis seperti kepolisian, TNI, hingga BIN dan BNN. Kolaborasi lintas instansi ini diharapkan mampu mengurai akar persoalan, termasuk kaitan kejahatan jalanan dengan penyalahgunaan narkoba dan minuman keras.
Saat ini, proses pembentukan satgas masih berlangsung dengan fokus pada pemetaan peran masing-masing unsur serta target kerja yang jelas dan terukur.
Fokus Awal: Pemetaan dan Data
Pemda DIY memulai langkah awal dengan mengumpulkan data dan memetakan kelompok-kelompok yang terlibat dalam kejahatan jalanan beserta karakteristiknya. Data ini akan menjadi dasar dalam menentukan strategi penanganan yang lebih tepat sasaran.
“Kalau peta sudah jelas, penanganannya bisa lebih konkret,” kata Made.
Peran Keluarga dan Masyarakat Diperkuat
Selain penindakan, Pemda DIY juga mengedepankan pendekatan sosial melalui penguatan peran keluarga dan masyarakat. Salah satunya lewat program “Ibu Memanggil” yang mendorong orang tua lebih aktif mengawasi anak-anaknya, terutama pada malam hari.
Di sisi lain, optimalisasi program Jaga Warga juga digencarkan untuk mempercepat alur informasi di tingkat kampung, sehingga potensi kejahatan bisa dicegah sejak dini.
Pendidikan Karakter Jadi Kunci
Pemda DIY juga menekankan pentingnya pendidikan karakter berbasis nilai-nilai budaya lokal. Pendekatan pendidikan khas Kejogjaan diharapkan mampu membentuk perilaku generasi muda yang lebih santun, menghormati sesama, dan menjauhi tindakan kekerasan.
Menurut Made, fenomena anak muda yang mudah tersulut emosi dan mencari pengakuan lewat kelompok tertentu menjadi perhatian serius.
“Kita ingin anak-anak tidak hanya pintar, tapi juga punya karakter dan nilai budaya yang kuat,” ujarnya.
Penegakan Hukum hingga Rehabilitasi
Dalam aspek penegakan hukum, Pemda DIY menegaskan tidak akan mentoleransi tindakan kriminal yang membahayakan nyawa. Sementara itu, pendekatan rehabilitasi juga disiapkan melalui pembentukan kelompok kerja (pokja) yang fokus pada pemulihan pelaku.
Evaluasi progres program ini akan dilakukan secara berkala, dengan target awal terlihat dalam dua bulan ke depan dan hasil signifikan dalam satu tahun.
Target Ambisius: Nol Kejahatan Jalanan
Dengan sinergi lintas sektor dan keterlibatan masyarakat, Pemda DIY optimistis mampu menekan bahkan meniadakan kejahatan jalanan di wilayahnya.
Langkah ini menjadi sinyal kuat bahwa Jogja tidak tinggal diam menghadapi persoalan keamanan, sekaligus berkomitmen menjaga kenyamanan bagi warga maupun wisatawan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Abdul Hamied Razak Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online


















































