Dokter Ingatkan Jangan Kerokan Saat Dada Sesak

14 hours ago 6

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Bagi sebagian besar masyarakat Indonesia, kerokan seolah sudah menjadi ritual "wajib" saat badan mulai terasa tidak enak. Begitu dada terasa sesak, jurus andalan yang paling cepat kepikiran biasanya adalah berburu koin dan balsam hangat.

Namun, kebiasaan turun-temurun ini harus disetop kalau keluhannya sudah mulai menyerang area dada. Dalam dunia medis, nekat mengerok dada yang sedang nyeri bukan cuma tidak membuahkan hasil, tapi bisa jadi kekeliruan fatal yang malah menunda pertolongan medis darurat.

Peringatan penting ini disampaikan dokter spesialis jantung dan pembuluh darah, dr Febtusia Puspitasari, Sp.JP, FIHA, FASCC. Dia mengatakan kerokan sama sekali tidak boleh dijadikan pertolongan pertama saat seseorang mengalami nyeri dada. Banyak orang mengira gurat merah yang muncul di kulit setelah dikerok adalah tanda "anginnya keluar", padahal penjelasan biologisnya justru sebaliknya.

“Jangan, karena pada saat kita kerok sebenarnya pembuluh darah yang di permukaan kulit itu pecah, jadi merah itu adalah pembuluh darah. Ada macam-macam pembuluh darah ada yang di dalam,” kata Febtusia, saat temu media di Jakarta, pada Selasa (9/6/2026).

Dokter yang tergabung dalam Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskular Indonesia (PERKI) ini menjelaskan, sensasi nyaman dan rileks setelah kerokan itu sebenarnya muncul karena efek hangat dari balsam, ditambah faktor sugesti psikologis. Hangatnya balsam bisa melebarkan pembuluh darah, tapi efeknya instan dan cuma terjadi di permukaan kulit dalam waktu singkat. Tindakan ini sama sekali tidak bisa menyelesaikan masalah utama di dalam tubuh, apalagi kalau nyeri tersebut dipicu oleh adanya sumbatan pada pembuluh darah jantung.

“Kalau balsam itu kan hangat. Pada saat tubuh itu udah hangat, maka pembuluh darah itu akan melebar efeknya, tapi secara instan dan tidak panjang efek itu. Sedangkan obat-obatan misalnya pengencer darah itu efeknya long term. Jadi kalau balsam dia hanya short expect aja,” ujar dia.

Lantas, apa yang harus kita lakukan kalau orang terdekat tiba-tiba mengeluh dadanya nyeri atau sesak napas? Kuncinya adalah jangan ikutan panik. Suasana yang berisik dan penuh kepanikan justru bisa membuat pasien semakin cemas, yang ujung-ujungnya malah bakal memperberat kerja jantung mereka.

“Kalau orang itu cemas, gerasak gerusuk malah akan memperberat. Yang pasti adalah membuat orang itu tenang, misalnya dia pakai dasi kita longgarkan. Pokoknya membuat dia nyaman dulu,” kata dia.

sumber : Antara

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|