Seorang murid berada di dalam ruang guru yang rusak dan kotor akibat endapan lumpur di SDN 12 Desa Agusen, Blangkejeren, Gayo Lues, Aceh, Rabu (28/1/2026). Sekolah tersebut hingga saat ini belum mendapatkan bantuan penanganan sejak terdampak bencana hidrometeorologi pada akhir November 2025 lalu. (FOTO : ANTARA FOTO/Syifa Yulinnas)
Kursi dan meja tertimbun endapan lumpur di ruang kelas SDN 12 Desa Agusen, Blangkejeren, Gayo Lues, Aceh, Rabu (28/1/2026). Banjir bandang yang terjadi tahun lalu merusak puluhan sekolah di Gayo Lues. (FOTO : ANTARA FOTO/Syifa Yulinnas)
Cabang Dinas Wilayah Kabupaten Gayo Lues melaporkan 3 Satuan pendidikan tingkat SMA terdampak yaitu SMA Negeri 1 Pining dengan kerusakan berat, SMA Seribu Bukit rusak ringan dan berpotensi longsor serta SLB terdampak longsor. Selain itu, dari jenjang TK, SD, dan SMP, terdapat 27 sekolah terdampak bencana. (FOTO : ANTARA FOTO/Syifa Yulinnas)
Kondisi sebuah ruang kelas dan perlengkapan sekolah yang rusak dan tertimbun endapan lumpur di SDN 12 Desa Agusen, Blangkejeren, Gayo Lues, Aceh. Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Muti menargetkan proses rehabilitasi sekolah-sekolah terdampak bencana di Aceh dapat rampung sehingga kegiatan belajar mengajar kembali berjalan normal pada tahun ajaran baru 2026/2027. (FOTO : ANTARA FOTO/Syifa Yulinnas)
REPUBLIKA.CO.ID, ACEH -- Seorang murid berada di dalam ruang guru yang rusak dan kotor akibat endapan lumpur di SDN 12 Desa Agusen, Blangkejeren, Gayo Lues, Aceh, Rabu (28/1/2026).
Sekolah tersebut hingga saat ini belum mendapatkan bantuan penanganan sejak terdampak bencana hidrometeorologi pada akhir November 2025 lalu.
Banjir bandang yang terjadi tahun lalu merusak puluhan sekolah di Gayo Lues. Cabang Dinas Wilayah Kabupaten Gayo Lues melaporkan 3 Satuan pendidikan tingkat SMA terdampak yaitu SMA Negeri 1 Pining dengan kerusakan berat, SMA Seribu Bukit rusak ringan dan berpotensi longsor serta SLB terdampak longsor. Selain itu, dari jenjang TK, SD, dan SMP, terdapat 27 sekolah terdampak bencana.
Pemerintah pusat melalui Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menyiapkan dana revitalisasi pendidikan senilai Rp2,4 triliun untuk tiga provinsi di Sumatera yang terdampak bencana alam.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Muti menargetkan proses rehabilitasi sekolah-sekolah terdampak bencana di Aceh dapat rampung sehingga kegiatan belajar mengajar kembali berjalan normal pada tahun ajaran baru 2026/2027.
sumber : Antara Foto

2 hours ago
1
















































