Efek Kopi ke Perempuan dan Lelaki Beda, Ini Penjelasannya

4 hours ago 1

Harianjogja.com, JOGJA—Kebiasaan minum kopi hitam tanpa tambahan gula atau krim disebut berkaitan dengan kontrol gula darah yang lebih baik. Temuan ini menguatkan anggapan bahwa cara mengonsumsi kopi dapat memengaruhi manfaat kesehatan yang diperoleh.

Studi yang dipublikasikan dalam jurnal Nutrients menunjukkan konsumsi kopi harian memiliki kaitan dengan metabolisme glukosa yang lebih optimal dibandingkan tidak minum kopi sama sekali.

Efek Terlihat pada Metabolisme Gula

Dikutip dari EatingWell, Selasa (7/4/2026) minum hingga satu cangkir kopi hitam per hari berkaitan signifikan dengan perbaikan penanda metabolisme, seperti HOMA-IR (indikator resistensi insulin) dan kadar insulin puasa.

Konsumsi dua cangkir kopi per hari juga dikaitkan dengan kondisi metabolisme glukosa yang lebih baik dibandingkan mereka yang tidak minum kopi.

Namun, manfaat ini tidak terlihat pada kopi yang ditambah gula atau krim. Hal ini menunjukkan kopi hitam murni memiliki peran lebih jelas dalam membantu tubuh memproses gula.

Perbedaan Dampak pada Perempuan dan Pria

Analisis studi menunjukkan adanya perbedaan hasil antara laki-laki dan perempuan.

Pada perempuan, konsumsi dua cangkir kopi atau lebih setiap hari, terutama kopi hitam, berhubungan dengan kontrol gula darah dan insulin yang lebih baik. Risiko resistensi insulin dan peningkatan insulin puasa juga lebih rendah dibandingkan mereka yang tidak minum kopi.

Sebaliknya, pada pria atau individu yang menambahkan gula dan krim ke dalam kopi, manfaat tersebut tidak ditemukan.

Cara Konsumsi Jadi Penentu

Hasil penelitian menegaskan bahwa cara minum kopi sangat memengaruhi dampaknya bagi kesehatan. Tidak hanya jenis kopi, tetapi juga tambahan seperti gula dan krim menjadi faktor penting.

Selain itu, faktor individu seperti jenis kelamin juga turut menentukan respons tubuh terhadap konsumsi kopi.

Studi Masih Punya Keterbatasan

Meski menunjukkan hubungan positif, penelitian ini bersifat cross-sectional sehingga belum dapat memastikan hubungan sebab-akibat secara langsung.

Studi dilakukan menggunakan data Survei Pemeriksaan Kesehatan dan Gizi Nasional Korea periode 2019 hingga 2021. Dari 22.559 responden, sebanyak 7.453 orang dianalisis, sementara analisis lanjutan melibatkan 6.613 peserta.

Data konsumsi kopi diperoleh melalui laporan makanan dan minuman selama 24 jam, kemudian dikategorikan berdasarkan jenis dan jumlah konsumsi.

Tidak Ada Pendekatan yang Sama untuk Semua

Penelitian ini juga menekankan bahwa tidak ada pola konsumsi kopi yang berlaku untuk semua orang.

Faktor gaya hidup, kondisi metabolisme, hingga kebiasaan individu berperan dalam menentukan dampak kopi terhadap kesehatan.

Dengan memahami hal ini, konsumsi kopi dapat disesuaikan agar memberikan manfaat optimal tanpa mengabaikan kondisi tubuh masing-masing.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Eatingwell

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|