Petugas BKK DIY saat melakukan uji organoleptik terhadap makanan untuk jemaah haji di asrama berbasis hotel belum lama ini. Petugas dari Dinkes Kulonprogo (baju putih) saat melakukan gramasi terhadap makanan untuk mengetahui kuantitas kandungan gizi di asrama berbasis hotel belum lama ini. Harian Jogja - Khairul Ma'arif.
Harianjogja.com, KULONPROGO — Balai Kekarantinaan Kesehatan (BKK) DIY melakukan inspeksi kesehatan lingkungan (IKL) secara rutin selama operasional embarkasi haji Kulonprogo. Pengawasan ini dilakukan sejak kedatangan kloter pertama guna memastikan keamanan dan kenyamanan jemaah haji hingga proses keberangkatan melalui Yogyakarta International Airport (YIA).
Pelaksana Tugas Kepala BKK DIY, Tatok Redjadi, menjelaskan bahwa pengawasan mencakup berbagai aspek, termasuk kelayakan terbang jemaah melalui pemeriksaan istitaah tahap akhir. Selain itu, keamanan konsumsi makanan juga menjadi perhatian utama selama jemaah berada di asrama.
"Kami tiap makanan yang disediakan ada yang disimpan untuk bank sampel makanan bermaksud apabila ada yang keracunan pangan akibat makanan setidaknya bisa tracing untuk pembuktian," katanya kepada wartawan, Selasa (28/4/2026).
Ia menuturkan, pemeriksaan makanan dilakukan melalui uji organoleptik yang meliputi pengecekan visual, tekstur, aroma, dan rasa. Langkah ini bertujuan memastikan seluruh makanan yang dikonsumsi jemaah aman dan memenuhi standar kesehatan.
IKL dilakukan setiap hari dengan melibatkan enam petugas yang siaga di lokasi embarkasi. Pemeriksaan tidak hanya terbatas pada makanan, tetapi juga mencakup fasilitas penginapan hingga sarana transportasi yang digunakan jemaah.
"Termasuk alat angkut dicek dua jam sebelum berangkat dengan inspeksi sanitasi pesawat termasuk penyajian makanan selama penerbangan," lanjutnya.
Pemeriksaan kamar penginapan dilakukan setiap pagi sebelum ditempati jemaah. Langkah ini dilakukan untuk mencegah potensi penyakit dengan memastikan lingkungan bebas dari vektor seperti nyamuk, lalat, tikus, dan kecoa.
"Itu semua dilakukan supaya mencegah penyakit. Sejauh ini IKL di embarkasi hasilnya aman semua," ucap Tatok.
Selain area penginapan, pengawasan juga menyasar tempat pembuangan sampah (TPS) di kawasan asrama haji. Petugas memantau kepadatan lalat serta keberadaan perangkap tikus guna mencegah berkembangnya sumber penyakit dari lingkungan.
"Selalu diawasi ketika berkembang biak menjadi faktor risiko juga," tuturnya.
Pengawasan juga mencakup aspek kenyamanan seperti tingkat kebisingan di hunian jemaah. Hal ini dilakukan untuk memastikan kondisi istirahat jemaah tetap optimal sebelum menjalani perjalanan ibadah.
Di sisi lain, Dinas Kesehatan Kulon Progo turut berperan dalam memastikan kecukupan gizi makanan melalui pengukuran gramasi sebelum dikonsumsi. Setiap hari, dua petugas gizi diterjunkan untuk melakukan penimbangan porsi makanan bagi jemaah.
"Setiap hari selama embarkasi haji memang selalu ada dua petugas gizi untuk membantu gramasi," tutur Kepala Dinas Kesehatan Kulonprogo, Susilaningsih, menegaskan bahwa pengawasan dilakukan secara menyeluruh agar kualitas layanan kesehatan jemaah tetap terjaga selama masa embarkasi berlangsung.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.


















































