Fakta! Kecelakaan Pesawat Dunia Meningkat Tapi Penyebab Tak Diungkap

5 hours ago 1

Jakarta, CNBC Indonesia - Jumlah kecelakaan pesawat di seluruh dunia telah meningkat dalam beberapa tahun terakhir. Sayangnya, tak semua informasi penyebab kasus kecelakaan dilaporkan dan dapat diselesaikan hingga kini.

Sebuah data menyebut hampir setengah dari 268 kecelakaan yang melibatkan kematian atau kerusakan besar antara tahun 2018 dan akhir tahun 2023 tidak memiliki laporan akhir. Ini dianggap Asosiasi Transportasi Udara Internasional (IATA) sebagai masalah.

"Itu benar-benar masalah besar," tegas Kepala Keselamatan IATA, Mark Searle, seperti dikutip Reuters Jumat (28/2/2025),

"Pelajaran yang kita peroleh dari laporan kecelakaan sangat penting untuk menghindari kejadian di masa mendatang."

Bulan depan, misalnya, menandai tiga tahun pesawat China Eastern jatuh ke lereng bukit yang menewaskan 132 orang. Tapi hingga kini keluarga masih menunggu untuk mengetahui apa yang menyebabkan bencana udara paling mematikan di China dalam tiga dekade.

Sementara kecelakaan mematikan baru-baru ini di Kazakhstan, Korea Selatan (Korsel) dan Amerika Serikat (AS) serta kecelakaan pesawat yang tidak fatal di Kanada telah mendorong keselamatan menjadi sorotan. Industri penerbangan khawatir bahwa terlalu banyak kecelakaan di masa lalu yang masih belum terselesaikan.

Perlu diketahui, keselamatan penerbangan telah jadi fokus yang terus ditingkatkan industri selama beberapa dekade berdasarkan keterbukaan informasi. Investigasi dibuka untuk mengambil pelajaran bukan menyalahkan pihak tertentu.

"Posisi penyangga untuk pendaratan darurat, misalnya, telah disempurnakan selama bertahun-tahun berkat investigasi semacam itu. Secara kebetulan, orang yang paling tidak terluka dalam kecelakaan fatal tahun 1976 di New Jersey kepalanya terjepit di antara lututnya karena mabuk udara.

Teknologi untuk menghindari tabrakan juga jadi pelajaran lain yang dipetik dari mengetahui penyebab kecelakaan sebelumnya. Termasuk tidak mengembang jaket pelampung di dalam pesawat dan desain kursi yang lebih baik.

Sebenarnya Organisasi Penerbangan Sipil Internasional (ICAO) PBB, menyerukan laporan awal dalam 30 hari dan laporan akhir idealnya dalam waktu satu tahun, namun itu kini tak terlihat. Karenanya IATA dan enam badan penerbangan membunyikan alarm atas laporan akhir yang tertunda atau tidak ada.

"Saya pikir sejumlah hal ditahan di tingkat pemerintahan politik karena narasi tersebut mungkin tidak terlalu ingin mereka sampaikan ke publik," kata Searle.

Yang lain menyalahkan campur tangan pengadilan atau kurangnya sumber daya untuk investigasi independen di banyak negara. Peringatan itu muncul karena media sosial telah mengubah cara masyarakat berinteraksi dengan bencana udara. 


(sef/sef)

Saksikan video di bawah ini:

Video: Pesawat Delta Air Terbalik di Bandara Toronto, 8 Orang Terluka

Next Article Detik-Detik Pesawat Airbus A320 Gagal Mendarat-Nyaris Celaka

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|