Foto selebaran yang diambil dari video oleh Layanan Pers Kementerian Pertahanan Rusia menunjukkan seorang prajurit Rusia berdiri di samping peluncur rudal balistik.
REPUBLIKA.CO.ID, MOSKOW -- Rusia diam-diam membantu Iran dalam pengembangan rudal penjelajah supersonik berdasarkan laporan Financial Times (FT), Rabu (2/9/2026), yang menurut ahli ditujukan penggunaannya untuk menargetkan kapal dan serangan darat. Program yang diberi kode C430L, dimulai pada 2023 awal diprakarsai oleh perusahaan Rosoboronexport dan NPO Mashinostroyenia.
Menurut laporan FT dilansir Jerusalem Post, pejabat Rosoboronexport dan ilmuwan senior Mashinostroyenia berkunjung ke Iran pada 2023. Di antara para ilmuwan yang melakoni perjalanan itu adalah Alexander Dergachev, Alexander Chebakov, Yuri Prokhorchuk.
FT juga menyebut pejabat Rosoboronexport, Vladislav Kuzmichev, juga di antara delegasi yang berkunjung ke Iran yang kemudian menegosiasikan kontrak pembuatan C430L dengan Iran. Pada 2025, NPO Mashinostroyenia menerima beragam material teknis, yang kemudian dianalisis oleh ilmuwan Rusia dan meresponsnya dengan beberapa pertanyaan.
Dalam sebuah korespondensi yang dilihat oleh FT pada April 2025, Rosoboronexport menawarkan untuk mengirim satu delegasi yang terdiri dari spesialis dari Rusia ke Iran dan meminta Teheran untuk menjawab pertanyaan dari para ilmuwan sebelum perjalanan dilaksanakan.
"Orang sering berpikir tentang transfer teknologi semata sebagai pengiriman cetak biru, komponen, atau rudal utuh," kaga ahli rudal dan analis senior Iran, Fabian Hinz kepada FT.
"Namun membuat ilmuwan berusia 60 tahun untuk terbang (ke Iran) dan mengatasi masalah, menggunakan pengalamannya, adalah sangat berharga," ujar Hinz, menambahkan.
sumber : Antara

2 weeks ago
36
















































