Genjot Pembiayaan, Bank BSN Gabungkan KPR dan Investasi Emas

4 hours ago 2

REPUBLIKA.CO.ID, BEKASI — PT Bank Syariah Nasional (Bank BSN) memperkuat penetrasi pasar pembiayaan hunian melalui inovasi produk bundling KPR dan emas untuk menyasar berbagai segmen konsumen. Strategi ini dilakukan untuk meningkatkan nilai tambah bagi nasabah sekaligus memperkuat posisi perseroan sebagai mitra utama keuangan keluarga.

Direktur Consumer Banking Bank BSN Mochamad Yut Penta mengatakan, pembiayaan rumah kini tidak hanya dipandang sebagai kepemilikan properti, tetapi juga bagian dari pengelolaan keuangan keluarga jangka panjang. Melalui integrasi KPR dan emas, nasabah dapat memiliki hunian sekaligus aset investasi yang likuid.

“Melalui bundling KPR dan emas, narasi yang kita bangun adalah nasabah memiliki rumah sekaligus aset likuid. Jadi, selain menjaga jiwa dan keturunan, Bank BSN juga menjaga keamanan finansial keluarga. Hal ini sejalan dengan visi perseroan menjadi mitra utama keuangan keluarga yang berkah dan amanah,” kata Penta di sela Penyerahan Simbolis Akad KPR Bonus Emas bersama ISPI Group di Perumahan Mutiara Gading City, Bekasi, Rabu (6/5/2026).

Menurut Penta, program tersebut relevan dengan profil nasabah Bank BSN yang saat ini didominasi kelompok usia produktif. Sekitar 85 persen nasabah perseroan berasal dari kelompok usia 25 hingga 40 tahun.

“Segmen yang ada sekarang ini 85 persen adalah milenial. Ini adalah umur di mana mereka mulai memikirkan masa depannya dan memiliki literasi keuangan yang relatif lebih baik. Kami pandang program ini sangat cocok buat mereka,” ujar Penta.

Ia menjelaskan, sistem bundling tersebut bersifat inklusif bagi nasabah baru maupun nasabah lama. Nasabah eksisting juga dapat memanfaatkan fitur cicilan emas melalui aplikasi Bale Syariah sebagai bentuk diversifikasi investasi.

Bank BSN mencatat transaksi cicilan emas melalui sistem booking di Bale Syariah meningkat hampir 5.000 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Menurut Penta, tren itu menunjukkan minat masyarakat terhadap emas sebagai instrumen investasi aman terus meningkat.

“KPR kami memiliki sifat margin yang flat, tetapi emas itu sangat likuid, bisa dijual kapan saja ketika nasabah membutuhkan. Kami melihat investasi emas trennya sedang naik karena dianggap sebagai instrumen investasi yang aman saat ini,” kata Penta.

Dengan strategi tersebut, Bank BSN menargetkan dapat menjadi bank utama bagi nasabah melalui penguatan layanan digital dan ekosistem pembiayaan perumahan.

“Harapannya, nasabah mulai dengan ber-KPR di kita, lalu selanjutnya bertransaksi untuk keperluan apa saja melalui Bank BSN. Kami sudah menyediakan Bale Syariah dan banyak fasilitas lainnya untuk mendukung itu,” ujarnya.

Dalam kesempatan yang sama, Bank BSN juga menawarkan promo pembiayaan hunian non-subsidi hingga 30 Juni 2026. "Dengan jaringan mencapai 672 outlet di seluruh Indonesia, kami optimistis dapat memperkuat posisi sebagai pemimpin dalam ekosistem perumahan nasional,” kata Penta.

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|