Ilustrasi Alquran.
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Dalam ajaran Islam, konsentrasi kekayaan pada segelintir orang serta pengabaian terhadap kaum miskin tidak hanya dipandang sebagai persoalan sosial, tetapi juga dapat menjadi sebab kehancuran suatu bangsa.
Alquran memperingatkan manusia tentang konsekuensi buruk dari tindakan eksploitasi ekonomi yang berlebihan. Peringatan tersebut tercermin dalam firman Allah SWT dalam surah al-Isra ayat ke-16.
وَاِذَآ اَرَدْنَآ اَنْ نُّهْلِكَ قَرْيَةً اَمَرْنَا مُتْرَفِيْهَا فَفَسَقُوْا فِيْهَا فَحَقَّ عَلَيْهَا الْقَوْلُ فَدَمَّرْنٰهَا تَدْمِيْرًا
"Jika Kami hendak membinasakan suatu negeri, Kami perintahkan orang-orang yang hidup mewah di negeri itu (agar menaati Allah). Lalu, mereka melakukan kedurhakaan di negeri itu sehingga pantaslah berlaku padanya perkataan (azab Kami). Maka, Kami hancurkan (negeri itu) sehancur-hancurnya."
Ayat tersebut menjelaskan tentang faktor-faktor yang menentukan jatuhnya sebuah bangsa. Keruntuhan terjadi ketika segelintir orang-orang kaya dan penguasa memperoleh harta benda dengan cara tidak adil. Mereka bahkan menindas kaum lemah serta memeras masyarakat lapis bawah.
Ayat itu mengingatkan pada bahaya dari gaya hidup boros dan kemewahan para elite. Ketika distribusi kekayaan tidak merata di suatu negeri, maka jurang antara si kaya dan si miskin akan semakin lebar hingga memicu keresahan sosial.
“Yang kaya tumbuh semakin kaya dan yang miskin semakin miskin. Akhirnya, akibat tindakan-tindakan ekonomi yang berlebihan dan ketidakmerataan kekayaan ini menghancurkan perdamaian dan kemakmuran bangsa serta membawa keruntuhan baginya,” tulis Afzalurrahman dalam bukunya, Nabi Muhammad Sebagai Seorang Pedagang.

4 hours ago
2















































