Potret pemain PSS saat bertandang ke markas Persela di Stadion Surajaya pada Minggu (1/3/2026) malam. - Istimewa // PSS Sleman
Harianjogja.com, SLEMAN—PSS Sleman sukses membawa pulang tiga poin penting usai menundukkan tuan rumah Persela Lamongan dengan skor tipis 1-0 pada lanjutan Pegadaian Championship. Pertandingan berlangsung di Stadion Surajaya, Lamongan, Minggu (1/3/2026).
Gol semata wayang Super Elja dicetak Irvan Mofu saat laga baru berjalan tujuh menit. Kemenangan ini menjaga PSS tetap di jalur persaingan promosi dan mengokohkan posisi di puncak klasemen sementara.
Gol Cepat Jadi Penentu
Sejak menit awal, PSS Sleman tampil menekan. Hasilnya langsung terlihat ketika Frederic Injai menerima umpan terobosan dari lini tengah dan menusuk sisi kanan pertahanan Persela. Injai kemudian mengirimkan umpan silang ke dalam kotak penalti.
Irvan Mofu yang bergerak cerdas di antara dua bek lawan menyambut bola tersebut dengan sepakan terukur. Bola meluncur mulus ke gawang Persela dan membawa PSS unggul 1-0.
Usai gol tersebut, kedua tim sama-sama mencoba membangun serangan. PSS berupaya menambah keunggulan, sementara Persela meningkatkan intensitas untuk mengejar ketertinggalan. Namun, hingga peluit panjang dibunyikan, skor 1-0 tetap bertahan untuk kemenangan tim tamu.
Evaluasi Meski Raih Tiga Poin
Pelatih Kepala PSS Sleman, Ansyari Lubis, bersyukur atas hasil positif tersebut. Kendati demikian, ia menilai masih banyak aspek yang perlu dibenahi, terutama setelah tim unggul cepat namun mendapat tekanan cukup besar dari tuan rumah.
“Yang pertama, kami bersyukur atas kemenangan pada malam hari ini. Tetapi, masih banyak catatan-catatan yang akan kami evaluasi. Karena ketika kita unggul cepat, kita juga banyak ditekan sama Lamongan. Ini yang harus jadi catatan kami,” ujar Ansyari dalam post match press conference, Minggu malam.
Ansyari juga mengapresiasi kerja keras para pemain yang tetap tampil maksimal meski terlihat kelelahan, terlebih pertandingan berlangsung di bulan Ramadan.
“Kami apresiasi kerja keras seluruh pemain. Mereka menampilkan seluruh kemampuannya, walaupun masih banyak yang kami lihat cukup kelelahan,” katanya.
Menurut Ansyari, kemampuan pemain menjaga intensitas permainan di tengah kondisi puasa menjadi nilai tambah tersendiri bagi tim.
“Kami tahu ini di bulan Ramadan, tetapi mereka bisa bermain dengan intensitas yang tinggi. Ini satu hal yang positif buat kami,” lanjutnya.
Mofu: Tiga Poin Sangat Penting
Pencetak gol kemenangan, Irvan Mofu, mengakui Persela bukan lawan yang mudah. Ia menilai setiap pertemuan PSS dengan Persela selalu berjalan sulit.
“Kami tahu PSS kalau ketemu Persela itu pasti susah. Persela tim yang bagus. Tapi alhamdulillah kami bisa dapat tiga poin di sini. Ini sangat penting karena target kita begitu,” ujarnya.
Sementara itu, Pelatih Persela Lamongan Bima Sakti mengucapkan selamat atas kemenangan PSS. Ia mengaku kecewa dengan hasil tersebut meski timnya telah menciptakan sejumlah peluang.
“Kami sangat kecewa karena sudah berusaha, terutama di babak kedua lewat beberapa pergantian pemain. Peluang juga ada, tapi tidak bisa jadi gol,” kata Bima.
Ia menegaskan perjuangan Persela akan semakin berat pada laga-laga selanjutnya menghadapi Persiba, Deltras, dan Persipura.
“Kerja kita pasti lebih berat lagi. Pemain harus bisa bangkit karena masih ada laga kandang dan tandang yang harus dimaksimalkan,” pungkasnya.
Berkat kemenangan ini, PSS Sleman kokoh di puncak klasemen dengan koleksi 45 poin dari 13 kemenangan, enam hasil imbang, dan dua kekalahan. Sementara Persela Lamongan berada di posisi keenam dengan raihan 30 poin.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


















































