Google Ditinggalkan, Pemerintah Tak Sudi Pakai Teknologi Amerika

9 hours ago 4

Jakarta, CNBC Indonesia - Dominasi Google sebagai 'raja' mesin pencari dunia mulai tersingkir. Sejak popularitas teknologi kecerdasan buatan (AI) membludak, ada banyak mesin pencari berbasis AI yang bermunculan.

Bukan cuma itu, Uni Eropa yang makin gencar membasmi praktik monopoli melalui aturan DSA dan DMA, kian menekan posisi Google. Aturan DSA dan DMA bertujuan menyehatkan iklim kompetisi agar pengguna bisa mendapat layanan terbaik.

Langkah anti-monopoli Uni Eropa sepertinya tak main-main. Mulai Kamis (4/6) waktu setempat, Parlemen Eropa akan menggantikan Google sebagai mesin pencari default selama ini, dengan Qwant yang merupakan mesin pencari buatan Prancis.

Semua komputer yang ada di lingkungan Parlemen Eropa akan menggunakan Qwant secara default, dikutip dari Politico, Rabu (3/6/2026), berdasarkan komunikasi internal lembaga tersebut.

"Mulai 4 Juni 2026, Qwant akan menggantikan Google sebagai mesin pencari default di komputer-komputer Parlemen Eropa. Hal ini sejalan dengan komitmen Parlemen terhadap kedaulatan digital dan perlindungan data pribadi," kata para pejabat kepada anggota parlemen dalam sebuah email yang dilihat Politico.

Peralihan mesin pencari ini terjadi ketika Brussels makin gencar mendorong "kedaulatan teknologi." Komisi Eropa akan meluncurkan paket kedaulatan teknologi yang telah lama ditunggu-tunggu pada Rabu (3/6) waktu setempat, yang bertujuan untuk mengurangi ketergantungan pada penyedia teknologi asing dan meningkatkan alternatif Eropa.

Email tersebut menggambarkan Qwant sebagai "mesin pencari Eropa yang berfokus pada privasi" yang dirancang untuk menghindari pelacakan pengguna atau pengumpulan data pribadi. Didirikan pada 2013, Qwant memasarkan dirinya sebagai alternatif Google yang mengutamakan privasi.

Pencarian yang dilakukan melalui bilah alamat di browser Firefox dan Edge akan secara otomatis dialihkan melalui Qwant, meskipun anggota parlemen tetap bebas untuk menggunakan mesin pencari pesaing atau mengubah pengaturan default mereka.

Langkah ini menyusul tekanan selama berbulan-bulan dari anggota parlemen untuk mengurangi ketergantungan lembaga-lembaga Uni Eropa pada teknologi buatan AS.

Dalam surat kepada Presiden Parlemen Roberta Metsola tahun lalu pada bulan November, kelompok lintas partai yang terdiri dari 38 anggota mendesak lembaga tersebut untuk secara bertahap menghapus software Microsoft dan teknologi buatan luar negeri lainnya, dengan alasan bahwa ketergantungan Eropa pada segelintir raksasa teknologi AS telah menjadi kerentanan strategis.

Google dan Qwant tidak segera menanggapi permintaan komentar.

(fab/fab)

Add logo_svg as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|