Kantor Majelis Ulama Indonesia (MUI) di Jalan Proklamasi Nomor 51, Menteng, Jakarta Pusat.
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Majelis Ulama Indonesia (MUI) menyampaikan belasungkawa mendalam atas gugurnya Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei, di tengah eskalasi serangan Israel-Amerika pada 28 Februari 2026.
“Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un. Di tengah kekhusyukan kita menjalankan ibadah di bulan suci Ramadhan yang penuh kedamaian, sebuah kabar duka sekaligus keprihatinan mendalam datang menyelimuti dunia Islam,” tulis MUI, dikutip dari akun Instagram resminya, Senin (2/3/2026).
MUI menilai agresi yang terjadi saat umat Islam tengah menjalankan ibadah puasa merupakan tindakan yang melukai nurani kemanusiaan serta mencederai semangat perdamaian global. Serangan tersebut, menurut MUI, bukan sekadar konflik militer biasa, melainkan pelanggaran nyata terhadap kedaulatan negara dan hukum internasional sebagaimana tertuang dalam deklarasi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
Sebagai bangsa yang menjunjung tinggi amanat UUD 1945, MUI menegaskan Indonesia tidak boleh berdiam diri menyaksikan kekerasan menggantikan jalur diplomasi. Dalam kacamata hukum internasional, respons balik Iran terhadap pangkalan militer dinilai sebagai bentuk pembelaan diri yang sah dan dilindungi.
Lebih jauh, MUI mengingatkan agar publik mewaspadai adanya dugaan upaya sistematis untuk melemahkan posisi strategis pihak-pihak yang selama ini konsisten mendukung kemerdekaan Palestina. Eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah dinilai berpotensi memperburuk stabilitas global dan memperpanjang penderitaan rakyat sipil.

2 hours ago
1

















































