Hadapi Rusia, Inggris Siapkan Rudal Nightfall untuk Ukraina

7 hours ago 1

Harianjogja.com, JOGJA—Inggris menyiapkan rudal balistik canggih Nightfall untuk Ukraina sebagai respons atas meningkatnya penggunaan rudal hipersonik Rusia dalam konflik yang terus memanas.

Dilansir dari Reuters, Kementerian Pertahanan Inggris meluncurkan kompetisi industri untuk menciptakan rudal balistik taktis darat yang mampu menembus medan perang berisiko tinggi dengan gangguan elektromagnetik berat.

Spesifikasi Mengerikan Rudal "Nightfall"

Rudal ini didesain sebagai senjata mematikan dengan mobilitas tinggi. Berikut adalah spesifikasi kuncinya:

- Jangkauan Serang: Lebih dari 500 kilometer.

- Hulu Ledak: Konvensional seberat 200 kilogram.

- Kemampuan Taktis: Shoot-and-scoot (mampu menembakkan beberapa rudal lalu berpindah lokasi dalam hitungan menit untuk menghindari serangan balasan).

- Target Produksi: 10 sistem per bulan dengan biaya maksimal 800.000 poundsterling (sekitar Rp16 miliar) per unit.

Pengumuman Proyek Nightfall muncul sebagai jawaban atas serangan rudal hipersonik "Oreshnik" milik Rusia yang baru-baru ini menghantam wilayah Ukraina dekat perbatasan Polandia. Menteri Pertahanan Inggris, John Healey, menegaskan bahwa tindakan Putin tersebut merupakan eskalasi nyata yang harus dibalas dengan teknologi militer mutakhir.

“Serangan tersebut menunjukkan bagaimana Putin berpikir dia bisa bertindak tanpa hukuman. Alih-alih merundingkan perdamaian, dia justru meningkatkan perang ilegalnya,” ujar Healey mengutip The Independent, Senin (12/1/2026).

Menteri Kesiapan Pertahanan dan Industri Inggris, Luke Pollard, menambahkan bahwa rudal ini bukan hanya tentang pertahanan, tetapi juga memberikan tekanan psikologis dan strategis kepada Moskow.

"Rudal ini akan membuat Ukraina tetap dalam pertempuran dan memberi Rusia satu hal lagi untuk dikhawatirkan," tegas Pollard.

Pemerintah Inggris telah menunjuk tiga tim industri untuk menggarap proyek ini. Masing-masing tim akan menerima kontrak senilai 9 juta poundsterling (sekitar Rp180 miliar). Targetnya, tiga unit rudal pertama harus sudah siap dikirimkan dalam waktu 12 bulan untuk menjalani uji tembak sebelum dikirim ke medan tempur Ukraina.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|