Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Haedar Nashir saat diwawancara di Kantor PP Muhammadiyah, Yogyakarta, Sabtu (12/9/2026).
REPUBLIKA.CO.ID, YOGYAKARTA -- Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Haedar Nashir merespons penembakan tiga pegawai Dinas Pertanian Kabupaten Jayawijaya oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Kampung Muliama, Papua Pegunungan. Ketiganya tewas setelah ditembak saat sedang mendistribusikan bantuan ternak pada Rabu (9/9/2026).
Haedar menilai, persoalan keamanan di Papua merupakan masalah yang kompleks dan telah berlangsung sejak lama. Karena itu, ia berharap aparat TNI-Polri bersama pemerintah dapat mengambil langkah taktis untuk memberikan perlindungan lebih kuat kepada masyarakat yang berada di Papua.
"Di Papua itu kan problemnya problem klasik ya, dalam arti pihak TNI Polri maupun pemerintah setempat dan pusat selalu sejak dulu menempatkan mereka sebagai gerombolan (KKB). Ya intinya mereka kriminal kolektif gitu ya," kata Haedar saat diwawancara di Kantor PP Muhammadiyah, Yogyakarta, Sabtu (12/9/2026).
Haedar mengatakan, langkah pengamanan di Papua perlu dilakukan secara tepat agar masyarakat tetap merasa aman tanpa menimbulkan kesan bahwa Papua merupakan wilayah yang tidak aman. Ia juga berharap upaya perlindungan tersebut dapat mencegah kejadian serupa kembali terjadi.
"TNI, Polri dan aparat pemerintah perlu punya langkah-langkah taktis yang bisa lebih melindungi, melindungi warga negara kita atau masyarakat setempat atau siapapun yang berada di Papua tanpa menciptakan alarm bahwa Papua tidak aman," ujarnya.

3 hours ago
5
















































