Dokter gigi Melissa Delania Sp.Pros sekaligus Vice President of Medical Affairs SATU Dental Group (kanan) dan CEO SATU Dental Group, Satria Situmorang (kiri) saat Media Clinic Visit & Luncheon di SATU Dental Aesthetic Kemang, Jakarta, pada Selasa (15/9/2026).
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kebiasaan minum kopi dan merokok dinilai sangat berpengaruh terhadap warna gigi. Tak sedikit orang mengeluhkan kondisi gigi mereka yang semakin lama tampak makin kusam dan menguning, meskipun mengeklaim telah menyikat gigi secara teratur setiap hari.
Dokter gigi Melissa Delania Sp.Pros sekaligus Vice President of Medical Affairs SATU Dental Group, mengatakan kandungan senyawa di dalam kopi maupun rokok berperan besar dalam merusak estetika warna alami gigi. Menurutnya, perubahan warna ini tidak selalu berakar dari tumpukan plak atau karang gigi yang terabaikan, melainkan akibat paparan zat warna ekstrinsik.
"Oh sangat berpengaruh karena terutama nikotin dari rokok atau bahan dari kopi itu sendiri itu juga membuat warna gigi kita menjadi lebih kuning. Gigi kuning sendiri, kalau dia sudah rajin sikat gigi tapi giginya kuning biasa bukan dari tumpukan plak atau karang gigi, tapi bisa jadi dari warna-warna ekstrinsik seperti dari makanan atau dari minuman atau dari merokok," ujar drg Melissa kepada Republika pada Selasa (15/9/2026).
Untuk menjaga penampilan senyum tetap cemerlang sekaligus mempertahankan kesehatan jaringan mulut bagi para penikmat kopi aktif maupun perokok, drg Melissa menyarankan langkah perawatan medis teratur yang dilakukan secara berkala di klinik gigi terpercaya. Penanganan medis secara rutin dianggap sangat krusial agar penumpukan noda atau stain tidak meresap lebih dalam ke struktur lapisan gigi.
"Untuk orang-orang yang sering minum kopi atau merokok sebaiknya bersihkan karang gigi setiap enam bulan sekali dan juga bersihkan stain dan bisa juga kalau ini mencerahkan warna gigi, lakukan perawatan bleaching," ujarnya.
Persoalan kesehatan gigi dan mulut di Indonesia masih menyimpan tantangan besar. Berdasarkan data Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023, tercatat sebanyak 90 persen masyarakat Indonesia yang mengalami masalah kesehatan gigi belum mendapatkan perawatan medis profesional.
Sebanyak 9 dari 10 orang bahkan cenderung membiarkan rasa sakit yang diderita atau memilih melakukan pengobatan mandiri tanpa diagnosis pasti dari dokter. Kondisi ini diperberat oleh rasio pelayanan medis yang sangat terbatas, yakni berada di angka 1:8.000, serta fakta keberadaan 2.375 puskesmas di Indonesia yang masih beroperasi tanpa ketersediaan dokter gigi.

3 hours ago
3
















































