Halalbihalal GP Farmasi Indonesia, Menkes Dorong Industri Kurangi Impor

9 hours ago 2

Halalbihalal GP Farmasi Indonesia di sebuah hotel kawasan Kemayoran, Jakarta Pusat.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Gabungan Perusahaan (GP) Farmasi Indonesia menyelenggarakan halalbihalal nasional yang dihadiri Menkes Budi Gunadi Sadikin, Kepala BPOM RI Prof Taruna Ikrar, dan Kabaharwathan Kemenhan Laksdya Supo Dwi Diantara di kawasan Kemayoran, Jakarta Pusat. Kegiatan itu menjadi momentum memperkuat sinergi antara pemerintah, regulator, dan pelaku usaha farmasi dalam menjaga ketahanan kesehatan nasional.

Di tengah eskalasi konflik geopolitik di kawasan Teluk akibat serangan Amerika Serikat (AS) dan Israel ke Iran, hal itu berdampak terhadap rantai pasok global. Kenaikan harga energi dunia serta gangguan logistik internasional berdampak langsung pada biaya produksi farmasi dalam negeri yang masih bergantung pada bahan baku impor.

Menkes Budi menyampaikan, pentingnya memperkuat ketahanan farmasi nasional melalui

kolaborasi lintas sektor. Menurut dia, Kemenkes berkomitmen memastikan akses obat di Indonesia tetap terjaga ketersediaannya dan terjangkau harganya, dengan memberikan dukungan penuh bagi pembangunan dan penguatan usaha farmasi dalam negeri.

"Pemerintah juga mendorong pelaku industri untuk berinvestasi serta berinovasi, termasuk mencari alternatif komposisi dan komponen obat (seperti kemasan) guna mengurangi ketergantungan impor di tengah dinamika geopolitik global yang berdampak pada kenaikan harga bahan baku," ucapnya dalam siaran pers di Jakarta, Sabtu (18/4/2026).

Kepala BPOM Prof Taruna Ikrar menjelaskan, stabilitas usaha farmasi tidak hanya bergantung pada regulasi, tetapi juga pada koordinasi erat dengan pelaku usaha farmasi. Dia menjelaskan, peran BPOM dalam menjaga ketersediaan obat sekaligus memastikan harga tetap terjangkau, khususnya melalui penguatan pengawasan rantai pasok obat dan makanan.

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|