Harga Cabai Rawit Tembus Rp81.300 per Kg, Telur Rp33.100

2 hours ago 1

Harga Cabai Rawit Tembus Rp81.300 per Kg, Telur Rp33.100

Pedagang cabai rawit merah. - Foto ilustrasi/Antara

Harianjogja.com, JAKARTA—Harga cabai rawit merah masih menjadi komoditas pangan dengan kenaikan tertinggi di pasar eceran nasional. Berdasarkan data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Nasional Bank Indonesia pada Senin (25/5/2026) pukul 10.00 WIB, harga cabai rawit merah tercatat mencapai Rp81.300 per kilogram (kg).

Selain cabai rawit merah, harga telur ayam ras juga berada di level cukup tinggi, yakni Rp33.100 per kg. Kenaikan harga sejumlah bahan pangan tersebut masih menjadi perhatian masyarakat karena berpengaruh terhadap pengeluaran rumah tangga dan sektor usaha kuliner.

PIHPS Nasional mencatat harga bawang merah berada di angka Rp54.650 per kg, sedangkan bawang putih dijual sekitar Rp42.650 per kg di tingkat pedagang eceran nasional.

Untuk komoditas beras, harga beras kualitas bawah I tercatat Rp15.400 per kg dan beras kualitas bawah II mencapai Rp15.550 per kg. Sementara itu, beras kualitas medium I dijual Rp16.250 per kg dan medium II sebesar Rp16.350 per kg.

Adapun harga beras kualitas super I maupun super II sama-sama tercatat berada di level Rp17.650 per kg berdasarkan data terbaru PIHPS Bank Indonesia.

Pada kelompok komoditas cabai lainnya, harga cabai merah besar mencapai Rp76.200 per kg, cabai merah keriting Rp76.850 per kg, sedangkan cabai rawit hijau berada di level Rp65.100 per kg.

Sementara itu, harga daging ayam ras segar tercatat sebesar Rp39.650 per kg. Untuk daging sapi kualitas I dijual Rp150.750 per kg, sedangkan daging sapi kualitas II berada di harga Rp141.500 per kg.

Harga gula pasir premium tercatat mencapai Rp21.400 per kg, sedangkan gula pasir lokal dijual Rp19.600 per kg. Perbedaan harga tersebut dipengaruhi kualitas produk dan distribusi di masing-masing daerah.

Pada komoditas minyak goreng, PIHPS mencatat minyak goreng curah dijual Rp20.150 per liter. Adapun minyak goreng kemasan bermerek I berada di harga Rp23.600 per liter, sementara minyak goreng kemasan bermerek II tercatat Rp22.850 per liter.

Pergerakan harga pangan nasional tersebut menjadi indikator penting untuk memantau stabilitas pasokan dan daya beli masyarakat, terutama menjelang meningkatnya kebutuhan konsumsi pada periode hari besar keagamaan dan musim liburan pertengahan tahun.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Sunartono

Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|