Harga Emas Sentuh Rp3 Juta, Ini Strategi Aman Bagi Investor Pemula

6 hours ago 2

Harga Emas Sentuh Rp3 Juta, Ini Strategi Aman Bagi Investor Pemula Salah satu produk emas dari PT Aneka Tambang Tbk atau Antam. Antara - ist/Antam

Harianjogja.com, JAKARTA—Lonjakan harga emas yang menembus Rp3 juta per gram menegaskan kembali peran logam mulia sebagai aset lindung nilai di tengah ketidakpastian ekonomi global, tekanan inflasi, dan meningkatnya risiko geopolitik.

Fluktuasi pasar keuangan mendorong investor mencari instrumen yang relatif stabil. Posisi emas sebagai safe haven tercermin dari harga yang tetap berada di level tinggi, sekaligus mencatat rekor tertinggi sepanjang sejarah.

Berdasarkan data perdagangan Kamis (29/1/2026), harga emas Antam tercatat naik Rp165.000 menjadi Rp3.168.000 per gram. Nilai ini menjadikan emas batangan sebagai salah satu instrumen investasi paling diminati saat ini.

Harga emas Antam ukuran paling kecil, yakni 0,5 gram, dibanderol Rp1.634.000, naik Rp82.500 dibandingkan perdagangan Rabu (28/1/2026) yang berada di angka Rp1.551.500. Untuk ukuran 1 gram, harga mencapai Rp3.168.000, naik dari sebelumnya Rp3.003.000.

Sementara itu, emas ukuran 5 gram tercatat Rp15.615.000 dan ukuran 10 gram dibanderol Rp31.175.000.

Mengutip Morris and Watson (29/1/2026), seusai krisis keuangan global 2008 dan perlambatan ekonomi saat pandemi Covid-19, banyak investor beralih ke emas batangan karena sifatnya yang nyata, mudah dimiliki, serta relatif aman dari risiko pasar dan pihak ketiga.

Pemahaman karakter investasi emas menjadi krusial agar investor dapat mengambil keputusan secara lebih terukur, terutama bagi pemula yang baru memasuki dunia investasi.

Berikut 10 tips investasi emas yang dapat menjadi panduan:

  1. Cermati waktu berinvestasi
    Menentukan waktu yang tepat memang tidak mudah, namun tren harga emas yang meningkat dalam jangka panjang dapat menjadi dasar, terutama saat ekonomi tidak stabil.
  2. Tetapkan tujuan investasi
    Tentukan tujuan jangka pendek maupun jangka panjang agar strategi tetap konsisten dan tidak mudah berubah akibat fluktuasi harian.
  3. Sesuaikan dengan kemampuan keuangan
    Lakukan investasi secara bertahap tanpa memaksakan diri agar risiko kerugian dapat ditekan.
  4. Perhatikan faktor nilai tukar
    Harga emas dipengaruhi pergerakan dolar AS sehingga perubahan kurs berdampak pada nilai investasi domestik.
  5. Utamakan kepemilikan emas fisik
    Emas fisik lebih aman karena tidak bergantung pada kinerja pihak ketiga atau instrumen berbasis kertas.
  6. Gunakan penjual emas yang terpercaya
    Bertransaksilah melalui dealer atau produsen resmi untuk menjamin kualitas dan keaslian.
  7. Diversifikasi portofolio
    Alokasi emas sekitar 10–15 persen dari total aset dinilai cukup menjaga keseimbangan portofolio.
  8. Perhatikan aspek penyimpanan
    Emas fisik membutuhkan tempat aman. Emas berukuran kecil lebih mudah disimpan dan diasuransikan.
  9. Fokus pada jangka panjang
    Hindari kepanikan terhadap fluktuasi harian karena emas dirancang sebagai investasi jangka panjang.
  10. Emas memiliki nilai yang bertahan
    Berbeda dengan instrumen berisiko tinggi, emas cenderung mempertahankan nilai dan melindungi kekayaan dalam jangka panjang.

Lonjakan harga emas ini sekaligus menjadi pengingat bahwa strategi investasi perlu disesuaikan dengan dinamika global, di mana emas kembali memainkan peran penting sebagai penyangga nilai aset di tengah ketidakpastian.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber : Bisnis.com

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|