Harianjogja.com, JAKARTA — Hubungan Amerika Serikat dan Iran kembali memanas setelah Presiden AS Donald Trump disebut tengah mengevaluasi berbagai langkah strategis, termasuk kemungkinan melancarkan serangan militer berskala besar terhadap Teheran. Situasi ini muncul seiring tertutupnya jalur komunikasi diplomatik antara kedua negara.
Informasi tersebut dilaporkan CNN pada Rabu (28/1/2026) dengan mengutip sejumlah sumber internal pemerintah AS. Trump disebut menginginkan langkah yang bersifat cepat dan tegas, sehingga pemerintahannya dapat segera mendeklarasikan keberhasilan jika operasi militer dijalankan.
Harianjogja.com, JAKARTA — Presiden Amerika Serikat Donald Trump dikabarkan tengah menimbang berbagai langkah strategis terhadap Iran, termasuk kemungkinan serangan militer berskala besar. Ketegangan meningkat seiring tertutupnya jalur diplomasi antara Washington dan Teheran.
CNN melaporkan Trump menginginkan aksi cepat yang memungkinkan pemerintahannya segera mengklaim kemenangan jika operasi militer dilakukan. Ia juga menyebut armada besar AS sudah bergerak ke kawasan Iran, sembari memperingatkan dampak lebih buruk jika kesepakatan gagal tercapai.
Namun, rencana tersebut dinilai lebih rumit dibandingkan operasi sebelumnya di negara lain. Iran memiliki kekuatan militer yang relatif kuat, sementara posisi ibu kota Teheran berada cukup jauh dari wilayah pesisir, sehingga menyulitkan strategi serangan cepat.
Kondisi ini juga diperparah dengan absennya komunikasi langsung antara Washington dan Teheran. Berbeda dengan Venezuela yang sempat membuka kontak dengan pemerintahan Trump sebelum rencana operasi militer, Iran hingga kini menolak segala bentuk dialog dengan Amerika Serikat.
Dalam pernyataannya pada Rabu, Trump mengungkapkan bahwa sebuah “armada besar” Amerika Serikat sedang bergerak cepat menuju kawasan Iran. Ia memperingatkan bahwa kegagalan mencapai kesepakatan dapat berujung pada serangan yang dampaknya jauh lebih besar di masa mendatang.
Sebelumnya, Trump juga menyatakan dukungannya terhadap aksi protes yang terjadi di Iran. Bersamaan dengan itu, ia melontarkan ancaman akan mengambil tindakan keras jika situasi tidak menunjukkan perubahan.
Pemerintah Iran merespons pernyataan tersebut dengan kecaman. Teheran menilai ancaman dari Amerika Serikat sebagai bentuk pelanggaran kedaulatan negara dan menegaskan tidak akan tinggal diam jika diserang.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber : Antara

















































