Harga Fiber Optik Lompat, Begini Dampaknya ke Tarif Internet RI

6 hours ago 8

Jakarta CNBC Indonesia - Ketegangan di Timur Tengah yang melibatkan Iran, tidak hanya berdampak pada kondisi geopolitik saja, tetapi juga mulai menekan sektor infrastruktur digital di Indonesia.

Bisnis fiber optik ikut tertekan akibat gangguan rantai pasok global hingga lonjakan biaya material. Dampak tersebut mulai dirasakan pelaku industri, meski belum sepenuhnya merembet ke konsumen akhir.

Wakil Ketua Umum II Asosiasi Penyelenggara Jaringan Telekomunikasi Indonesia (APJATEL), Nia Kurnianingsih, menjelaskan bahwa konflik geopolitik memunculkan dampak tidak langsung terhadap industri fiber optik dalam negeri, terutama dari sisi pasokan global, logistik, dan fluktuasi nilai tukar.

Sebab, kata dia, industri ini masih sangat bergantung pada bahan baku impor, sehingga setiap gangguan rantai pasok global langsung memengaruhi biaya dan perencanaan proyek.

Menurutnya, kondisi saat ini masih dapat dikelola, meski pelaku usaha harus lebih antisipatif. Pasokan material masih tersedia, namun perusahaan mulai melakukan perencanaan ulang serta optimalisasi jaringan yang ada untuk menekan kebutuhan pembangunan baru.

"Jadi memang secara supply masih tetap ada, tapi memang dari sisi pelaku usaha yang memang harus lebih melihat antisipatif dalam menghadapinya. Antisipasinya dalam hal perencanaan, dalam hal optimalisasi jaringan yang ada, seperti itu," ujar Nia dalam Profit di CNBC Indonesia, dikutip Senin (20/4/2026).

Tekanan terbesar berasal dari kombinasi fluktuasi kurs, keterlambatan logistik, serta mahalnya bahan baku impor. Lead time pengiriman material menjadi lebih panjang, yang pada akhirnya berpotensi memundurkan jadwal proyek pembangunan jaringan fiber optik. Proyek yang sebelumnya dapat diselesaikan dalam periode tertentu kini harus disesuaikan karena ketidakpastian pengiriman logistik.

Selain itu, biaya operasional juga meningkat seiring naiknya harga material impor. Operator telekomunikasi dan penyedia jaringan saat ini memilih melakukan efisiensi internal serta menerapkan strategi operasional agar layanan tetap berjalan tanpa gangguan. Prioritas industri adalah menjaga layanan yang terjangkau bagi masyarakat luas.

"Kita memiliki prioritas bahwa layanan yang diberikan harus affordability-nya dapat dibeli oleh masyarakat luas dan secara layanan tidak ada gangguan sama sekali," katanya.

Nia menegaskan, hingga saat ini dampak tersebut belum dirasakan langsung oleh konsumen. Tarif layanan masih stabil dan belum mengalami kenaikan. Pelaku usaha masih menahan tekanan biaya melalui efisiensi dan optimalisasi operasional.

Namun secara teoritis, kenaikan tarif bisa terjadi apabila tekanan biaya mulai menggerus margin perusahaan. Setiap pelaku usaha memiliki strategi berbeda dalam mengelola efisiensi, sehingga dampak terhadap tarif juga bergantung pada kondisi masing-masing perusahaan.

"Kalau kita bicara theoretical, kalau misalnya secara margin kita tergurus pasti nanti akan ada kenaikan ya. Tapi karena ini adalah masing-masing pelaku usaha pasti memiliki strategi yang berbeda-beda dalam memanage operasionalnya, dalam melakukan efisiensinya," ucapnya.

Untuk mengantisipasi eskalasi geopolitik, pelaku usaha mulai melakukan diversifikasi pasokan, efisiensi operasional, optimalisasi jaringan, serta kolaborasi antar pelaku industri. Apjatel juga mendorong keterbukaan antar-anggota agar tantangan dapat dihadapi secara kolektif, sekaligus berharap dukungan pemerintah dalam kebijakan yang menjaga stabilitas industri.

(dem/dem)

Add logo_svg as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|