REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Harga minyak dunia naik ke level tertinggi sejak Juli 2022 pada Ahad malam setelah pemerintahan Presiden Donald Trump menyatakan perang dengan Iran bisa berlangsung beberapa pekan lagi. Trump juga meminta komunitas internasional membantu membuka kembali Selat Hormuz bagi kapal tanker minyak.
Dilansir CNN, Senin (16/3/2026), minyak mentah Brent, acuan global, naik 2,9 persen menjadi sekitar 106,12 dolar AS per barel pada Ahad (15/3/2026) malam. Sementara itu, minyak mentah Amerika Serikat naik 2,6 persen menjadi 101,53 dolar AS per barel.
Perang yang dipimpin Amerika Serikat dan Israel di Iran kini memasuki pekan ketiga dan menyebabkan gangguan pasokan minyak terbesar dalam sejarah. Selat Hormuz, jalur perairan vital yang dikendalikan Iran, secara efektif tertutup bagi kapal tanker minyak sejak perang dimulai. Sekitar 20 persen pasokan minyak dunia melewati jalur sempit tersebut.
Pemerintahan Trump berulang kali mencoba meredakan kekhawatiran mengenai arus pengiriman minyak. Trump mengatakan Amerika Serikat akan mengirim pasukan angkatan laut untuk mengawal dan melindungi kapal tanker minyak saat meninggalkan kawasan Timur Tengah. Namun, pemerintahannya juga mengakui bahwa angkatan laut mungkin membutuhkan waktu beberapa pekan sebelum siap menjalankan misi tersebut.
Dalam unggahan di platform Truth Social pada Sabtu, Trump meminta negara-negara lain membantu mengoordinasikan pembukaan kembali selat tersebut guna memulihkan arus pasokan minyak, “agar semuanya berjalan cepat, lancar, dan baik.”
Harga minyak biasanya lebih volatil pada perdagangan di luar jam utama karena spekulan melakukan lindung nilai ketika volume perdagangan lebih rendah. Pada Ahad pekan lalu, harga minyak hampir mencapai 120 dolar AS per barel sebelum akhirnya stabil di sekitar 100 dolar AS pada Senin.
Trump kembali menegaskan dalam unggahan yang sama bahwa Amerika Serikat akan berkoordinasi dengan negara-negara di kawasan untuk memulihkan arus minyak, “agar semuanya berjalan cepat, lancar, dan baik.”
Namun Iran meningkatkan tekanan, termasuk dengan menempatkan ranjau di selat tersebut dan menyatakan akan menyerang infrastruktur minyak dan gas yang terkait dengan Amerika Serikat. Sejak perang dimulai pada 28 Februari, beberapa kapal tanker juga dilaporkan terkena serangan di Selat Hormuz.
Amerika Serikat juga melakukan pengeboman terhadap Pulau Kharg, yang menjadi pusat sebagian besar produksi minyak Iran. Meski demikian, pemerintahan Trump menyatakan untuk sementara masih menahan diri dari menyerang fasilitas produksi minyak utama Iran.

3 hours ago
3

















































