Pasukan Houthi berbaris sambil memegang senjata api. (ANTARA - Anadolu)
Harianjogja.com, JAKARTA—Sekretaris Jenderal Hezbollah Naim Qassem menyatakan pihaknya akan membalas serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel ke Iran yang terjadi pada Sabtu (28/2/2026).
Pernyataan itu disampaikan Qassem dalam pidato belasungkawa resmi atas wafatnya Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei, yang kematiannya dikonfirmasi usai serangan besar-besaran AS–Israel pada hari yang sama. Dalam pidatonya, Qassem kembali menegaskan komitmen Hezbollah terhadap garis ideologis Khomeini.
“Kami akan menunaikan kewajiban kami dalam menghadapi agresi ini,” ujar Qassem, dikutip dari media Mesir Egypt Independent, Minggu (1/3/2026).
Ia menegaskan kelompoknya tidak akan meninggalkan apa yang disebutnya sebagai “lapangan kehormatan dan perlawanan”, serta tidak akan menghentikan perjuangan melawan “tirani Amerika dan Zionis Israel”.
Meski memiliki aliansi jangka panjang dengan Teheran, Hezbollah sejauh ini masih menahan diri dari keterlibatan militer langsung sejak dimulainya serangan gabungan AS–Israel terhadap Iran. Pernyataan Qassem ini menjadi respons retoris resmi pertama dari Hezbollah, meski belum disertai pengumuman eskalasi militer di sepanjang perbatasan Lebanon–Israel.
Sementara itu, pemerintah Iran secara resmi menuding Amerika Serikat dan Israel melakukan aksi terorisme serta pembunuhan terencana terhadap Ali Khamenei. Dalam pernyataan yang dirilis Minggu (1/3/2026), Kementerian Luar Negeri Iran menilai serangan tersebut melanggar prinsip dan norma hukum internasional, termasuk Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa.
“Tindakan teroris oleh AS dan rezim Zionis Israel, yang melakukan pembunuhan terencana terhadap Pemimpin Tertinggi serta pejabat tinggi lainnya melalui agresi militer terhadap keutuhan wilayah dan kedaulatan nasional Iran, merupakan serangan yang belum pernah terjadi sebelumnya terhadap prinsip dan norma internasional,” bunyi pernyataan tersebut.
Menurut pemerintah Iran, penggunaan kekuatan militer terhadap pimpinan negara berdaulat tidak dapat dibenarkan dalam sistem hukum internasional.
Serangan gabungan AS–Israel pada Sabtu (28/2/2026) dini hari waktu setempat dilaporkan menyasar sejumlah wilayah strategis, termasuk ibu kota Teheran. Sejumlah rudal menghantam kawasan di sekitar kediaman Khamenei serta kompleks istana kepresidenan. Media setempat melaporkan Khamenei dan sejumlah pejabat tinggi Iran meninggal dunia dalam serangan tersebut. Informasi ini turut dikutip dari Antara.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber : Bisnis.com


















































