Hotspot Karhutla di Kalimantan Terus Bertambah, Jarak Pandang di Bawah 2 Km

2 weeks ago 42

Seorang warga menutup hidung saat melintas di tengah asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang mendekati permukiman di Komplek Arwana Indah, Desa Arang Limbung, Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat, Rabu (5/8/2026). Karhutla yang telah berlangsung selama 12 hari dengan luas diperkirakan lebih dari 10 hektare tersebut semakin mendekati permukiman warga, namun perambatan api ke kawasan perumahan berhasil dicegah oleh tim gabungan pemadam kebakaran dari unsur pemerintah dan swasta.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) masih terus mencatat penambahan jumlah titik panas (hotspot) kebakaran hutan dan lahan (karhutla), terutama di wilayah Kalimantan. Jumlah hotspot paling banyak bertambah signifikan di wilayah Kalimantan Barat.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, mengatakan jumlah hotspot di Kalimantan Barat bertambah hingga 3.553 titik dalam sehari terakhir. Saat ini, jumlah hotspot di wilayah Kalimantan Barat mencapai 7.377 titik. Sementara itu, jumlah hotspot di Kalimantan Tengah tercatat 5.244 titik dan di Kalimantan Selatan 504 titik.

"Di Kalimantan Barat signifikan pertambahan, di Kalimantan Selatan maupun Kalimantan Tengah relatif menurun," kata dia saat konferensi pers secara daring, Senin (31/8/2026).

Meski begitu, jumlah titik api (firespot) di tiga provinsi itu mengalami penambahan. Saat ini, jumlah firespot di Kalimantan Barat tercatat 104 titik, 72 titik di Kalimantan Tengah, dan 55 titik di Kalimantan Selatan. Sementara jarak pandang di tiga provinsi itu berada di bawah 1-2 kilometer.

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|