Hujan Bom di Langit Israel, Rahasia di Balik Rudal Beranak-inak Iran yang Porak-porandakan Zionis

9 hours ago 5

Tim darurat Israel bekerja di lokasi serangan rudal Iran di daerah perumahan di Tel Aviv, Israel, 24 Maret 2026.

REPUBLIKA.CO.ID, TEHERAN— Seiring memasuki pekan keempat perang yang dilancarkan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran, medan udara menyaksikan perubahan taktis berupa meningkatnya penggunaan rudal balistik yang dilengkapi dengan hulu ledak klaster oleh Iran.

Perkembangan ini memunculkan pertanyaan mengenai kemampuan sistem pertahanan udara Israel dalam menghadapi jenis senjata ini, terutama setelah tercatatnya jatuhnya sejumlah bom klaster di kawasan pemukiman dan komersial yang mengakibatkan korban jiwa dan kerusakan material.

Laporan Aljazeera, dikutip Kamis (26/3/2026) menjelaskan mekanisme kerja amunisi klaster, sifat arsenal Iran yang menggunakannya, serta alasan tantangan yang ditimbulkannya bagi sistem pertahanan udara.

Apa itu amunisi klaster dan bagaimana cara kerjanya?

Untuk memahami perkembangan di lapangan ini, pertama-tama kita harus mengurai sifat senjata ini, dengan mengetahui apa itu munisi klaster dan perbedaannya dengan rudal konvensional.

Berbeda dengan hulu ledak konvensional yang meledak sebagai satu kesatuan saat menghantam sasaran, hulu ledak cluster mengandalkan mekanisme pemisahan dini.

Menurut laporan Associated Press, rudal-rudal ini diprogram sedemikian rupa sehingga selubung luarnya terbuka pada ketinggian antara 7 hingga 10 kilometer di atas permukaan bumi.

Begitu terbuka, puluhan bom kecil—yang beratnya berkisar antara 2 hingga 5 kilogram—akan tersebar di area geografis yang luas, yang dapat mencapai beberapa kilometer.

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|