Impor 105 Ribu Pikap dari India Disorot, Agrinas Tunggu Keputusan

1 week ago 12

Impor mobil (ilustrasi).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- PT Agrinas Pangan Nusantara angkat bicara menanggapi permintaan Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad untuk menunda impor 105 ribu mobil pikap dari India. Direktur Utama PT Agrinas Pangan Nusantara Joao Angelo De Sousa Mota mengatakan akan mengikuti arahan dan instruksi apabila impor pikap dari India harus ditunda.

“Kami ikuti, manut saja apa pun keputusannya. Kami yang penting bekerja saja untuk negeri dan masyarakat,” ujar Joao dalam pernyataan tertulis di Jakarta, Senin (23/2/2026).

Rencana Agrinas mengimpor 105 ribu unit mobil pikap dari India untuk operasional Koperasi Desa Merah Putih (Kopdes Merah Putih) menuai polemik dalam beberapa hari terakhir. Sebelumnya, Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia mengimbau Presiden Prabowo Subianto membatalkan rencana impor 105 ribu kendaraan niaga senilai Rp 24,66 triliun dari India guna mendukung operasional Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP).

Wakil Ketua Umum Bidang Industri Kadin Indonesia Saleh Husin menilai impor mobil dalam bentuk utuh (completely built up/CBU) dapat mematikan industri otomotif dalam negeri dan tidak menggerakkan ekonomi.

“Setelah menerima pandangan dari pelaku industri otomotif dan asosiasi, kami mengimbau Presiden agar membatalkan rencana impor 105 ribu unit kendaraan niaga,” ujar Saleh di Jakarta, Ahad (22/2/2026).

Saleh menyebut industri otomotif nasional sanggup menyediakan mobil pikap yang dibutuhkan KDKMP. Selain dinilai tidak sejalan dengan visi dan program kerja Presiden, lanjut Saleh, perusahaan otomotif dalam negeri menyatakan siap melayani permintaan KDKMP.

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|