Indeks Keyakinan Konsumen Jatuh, Warga RI Gak Pede Belanja di Ramadan?

6 hours ago 2

Jakarta, CNBC Indonesia - Survei Konsumen Bank Indonesia pada Maret 2026 mencatat Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) Maret 2026 yang berada pada level optimis sebesar 122,9, meskipun lebih rendah dari IKK bulan sebelumnya yang tercatat sebesar 125,2.

BI mengklaim IKK pada bulan Maret mengindikasikan keyakinan konsumen terhadap kondisi ekonomi tetap kuat.

"Tetap kuatnya keyakinan konsumen pada Maret 2026 dipengaruhi oleh keyakinan pada kondisi ekonomi saat ini dan 6 bulan ke depan. Indeks Kondisi Ekonomi Saat Ini (IKE) dan Indeks Ekspektasi Konsumen (IEK) tetap berada pada level optimis, masing-masing pada 115,4 dan 130,4," kata Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI, Ramdan Denny Prakoso, Jumat (10/4/2026).

Persepsi konsumen terhadap kondisi ekonomi saat ini tetap kuat, tecermin dari IKE Maret 2026 sebesar 115,4 yang berada pada level optimis (indeks >100), meskipun sedikit lebih rendah dibandingkan bulan sebelumnya sebesar 115,9.

Tetap kuatnya IKE ditopang oleh kenaikan Indeks Penghasilan Saat Ini (IPSI) yang tercatat sebesar 129,2, lebih tinggi dari bulan sebelumnya sebesar 125,0.

Sementara itu, Indeks Ketersediaan Lapangan Kerja (IKLK) dan Indeks Pembelian Barang Tahan Lama/Durable Goods (IPDG) tercatat di level optimis masing-masing sebesar 107,8 dan 109,2, meskipun lebih rendah dari bulan sebelumnya sebesar 110,7 dan 112,0.

Lebih lanjut, Ramdan mengemukakan ekspektasi konsumen terhadap kondisi ekonomi enam bulan ke depan diprakirakan tetap kuat. Hal ini tecermin dari IEK Maret 2026 sebesar 130,4, meskipun lebih rendah dibandingkan dengan indeks pada bulan sebelumnya sebesar 134,4.

"Tetap kuatnya IEK bersumber dari optimisme ekspektasi penghasilan ekspektasi ketersediaan lapangan kerja, dan ekspektasi kegiatan usaha yang masing-masing tercatat sebesar 137,7, 128,0, dan 125,5," kata Ramdan.

Secara spasial, sebagian besar kota mencatat penurunan IEK terbesar di Pontianak, Semarang, dan Surabaya. Sementara itu, beberapa kota mengalami peningkatan IEK dengan kenaikan tertinggi di Bandung, Bandar Lampung, dan Pangkal Pinang.

Persepsi responden terhadap ekspektasi penghasilan enam bulan ke depan berada pada level optimis pada seluruh kelompok pengeluaran. Meskipun mayoritas kelompok pengeluaran mengalami penurunan indeks dibandingkan bulan sebelumnya.

Indeks tertinggi tercatat pada kelompok Rp4,1-5 juta sebesar 139,6. Berdasarkan kelompok usia, indeks tertinggi tercatat pada usia 31-40 sebesar 140,6.

Pada Maret 2026, rata-rata proporsi pendapatan konsumen untuk konsumsi (average propensity to consume ratio) tercatat sebesar 72,2%, lebih tinggi dibandingkan dengan proporsi pada bulan sebelumnya, yaitu sebesar 71,6%.

Sementara itu, proporsi pembayaran cicilan/utang (debt installment to income ratio) sebesar 10,2%, lebih rendah dibandingkan proporsi pada bulan sebelumnya sebesar 10,6%.

Lebih lanjut, proporsi pendapatan konsumen yang disimpan (saving to income ratio) sebesar 17,6%, relatif stabil dibandingkan proporsi pada bulan sebelumnya, yaitu sebesar 17,7%

Dari survei ini, BI menyimpulkan proporsi konsumsi terhadap pendapatan terindikasi meningkat pada sebagian besar kelompok pengeluaran. Sementara itu, porsi pendapatan untuk pembayaran cicilan mengalami penurunan pada seluruh kelompok pengeluaran.

(haa/haa) [Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|