Jakarta, CNBC Indonesia - Rencana perpanjangan jalur MRT dari Lebak Bulus ke Serpong mulai menunjukkan perkembangan. Proyek ini menjadi salah satu upaya strategis untuk mengurangi beban lalu lintas di koridor selatan Jakarta yang selama ini dikenal padat. Harapan pun muncul seiring dimulainya kajian awal yang melibatkan sejumlah pihak.
Direktur Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan Allan Tandiono mengungkapkan studi kelayakan proyek tersebut sudah mulai berjalan sejak awal tahun ini. Kajian ini dilakukan oleh MRT Jakarta bersama Sinar Mas Land sebagai bagian dari penjajakan awal proyek. Pemerintah menyambut baik langkah ini karena dinilai dapat membuka peluang pengembangan transportasi massal ke wilayah penyangga ibu kota.
"Di awal tahun ini memang MRT Jakarta dan Sinar Mas Land ya sudah memulai studi kelayakan perpanjangan jalur MRT Jakarta dari Lebak Bulus ke Serpong," katanya di Jakarta dikutip Jumat (10/4/2026).
Langkah awal ini menjadi sinyal bahwa proyek tidak lagi sebatas wacana, melainkan mulai masuk tahap kajian teknis yang lebih mendalam. Proses studi kelayakan akan mengupas berbagai aspek, mulai dari potensi penumpang, kebutuhan investasi, hingga dampak ekonomi kawasan. Hasilnya akan sangat menentukan arah proyek ke depan, apakah bisa segera dilanjutkan ke tahap berikutnya atau masih memerlukan penyesuaian.
"Yang artinya kita semua menyambut baik, karena setiap hari itu kan banyak ya masyarakat yang menggunakan jalur ini apabila ada MRT akan baik ke depan karena akan mengurai kemacetan di jalan raya maupun tol," kata Allan.
Foto: Sejumlah penumpang menaikin kereta MRT jurusan Lebak Bulus - Bundaran HI, Jakarta, Kamis, (6/11/2025). (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)
Sejumlah penumpang menaikin kereta MRT jurusan Lebak Bulus - Bundaran HI, Jakarta, Kamis, (6/11/2025). (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)
Kawasan Tangerang Selatan selama ini menjadi salah satu kantong komuter terbesar menuju Jakarta. Tingginya mobilitas warga setiap hari membuat kebutuhan akan moda transportasi massal semakin mendesak. Kehadiran MRT diharapkan dapat menjadi solusi jangka panjang untuk menekan kemacetan sekaligus meningkatkan efisiensi perjalanan.
Allan juga menegaskan bahwa proses kajian ini ditargetkan rampung dalam waktu kurang dari satu tahun. Hasil studi tersebut nantinya akan menjadi dasar penentuan kelanjutan proyek, termasuk skema pembiayaan dan teknis pembangunan. Pemerintah pun menaruh harapan besar agar kajian ini bisa memberikan gambaran yang jelas soal kelayakan proyek.
"Dan targetnya itu MRT Jakarta dan Sinar Mas Land akan menyelesaikan kajian ini di akhir tahun. Sudah mulai awal tahun dan target akhir tahun selesai," sebutnya.
Dengan tenggat waktu tersebut, para pemangku kepentingan kini berpacu memastikan seluruh data dan analisis dapat diselesaikan tepat waktu. Kecepatan penyelesaian studi menjadi krusial agar proyek tidak kembali tertunda seperti sejumlah rencana transportasi lainnya. Selain itu, kepastian hasil kajian juga dibutuhkan untuk menarik minat investor jika proyek dinyatakan layak.
"Ya kita berharap yang MRT Tangsel FS-nya bisa segera selesai sehingga kita bisa lebih mengetahui lagi sampai seberapa jauh feasible atau tidaknya MRT dari Lebak Bulus ke Serpong," sebut Allan.
(fys/wur)
[Gambas:Video CNBC]

















































