REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Musisi Ed Sheeran kembali tampil dalam konsernya. Ini merupakan konser perdananya sejak kontroversi pencoretan Macklemore dari turnya.
Dia menyampaikan permohonan maaf kepada para penggemarnya atas "kesalahan" yang ia perbuat. Permintaan maaf ini dilakukannya saat membuka konser pertamanya sejak Macklemore dicoret dari tur tersebut akibat menyampaikan pernyataan pro Palestina di atas panggung.
Penyanyi asal Inggris itu mengawali konsernya di Philadelphia dengan langsung menyinggung kontroversi yang belakangan menyelimuti rangkaian pementasannya dan menyebabkan seluruh musisi pembuka memilih untuk mundur. Dalam pembukaannya, Sheeran mengungkapkan keprihatinannya atas situasi yang menyeret namanya ke dalam pusaran isu sensitif tersebut.
"Saya tidak pernah ingin menjadi musisi aktivis, tetapi hal ini telah menempatkan saya di tengah-tengah perdebatan penting dan emosional tentang kebebasan berpendapat serta isu politik paling kompleks di planet ini," kata Sheeran dilansir laman BBC pada Ahad (20/9/2026).
Ia menggambarkan serangan pada 7 Oktober 2023 sebagai hal yang "mengerikan" dan menyebut situasi di Gaza tidak dapat dibenarkan. Keputusan untuk mencoret Macklemore sendiri diklaim oleh sang penyanyi berasal dari pihak promotor, bukan dari dirinya. Perselisihan ini pun berdampak langsung pada penurunan harga tiket dan penjualan yang merosot untuk sisa rangkaian "Loop Tour" di Amerika Serikat.
Di hadapan para penonton, Sheeran mengakui bahwa meski ia sudah terbiasa menghadapi kritik terkait musiknya, situasi kali ini terasa jauh berbeda dan lebih berat. "Pekan ini, kritik yang datang adalah tentang sesuatu yang jauh lebih penting, dan saya harus mengambil serta membuat keputusan yang sulit dan saya melakukan kesalahan dan saya sangat, sangat menyesal," ujar Sheeran.
Ia juga menegaskan niatnya untuk memperjelas posisinya dalam konflik tersebut. "Saya ingin menjawab pertanyaan tentang di mana posisi saya dalam situasi di Israel dan Palestina, serta apakah pelaksanaan konser saya di sini malam ini menyiratkan di mana posisi saya," ujarnya melanjutkan.
Sheeran menjelaskan pandangannya mengenai fungsi musik di tengah isu kemanusiaan. "Sepanjang karier, saya telah berusaha untuk tidak menjadi komentator politik dalam bentuk apa pun, karena saya ingin musik dan pertunjukan saya menjadi wadah persatuan, bukan perpecahan. Namun ini adalah masalah kemanusiaan, dan saya tidak bisa lagi menyembunyikan apa yang saya rasakan tentang hal itu," kata dia.
Dia prihatin melihat dampak konflik terhadap warga sipil yang tidak bersalah. "Hati saya hancur oleh skala kehancuran dan hilangnya nyawa warga sipil, nyawa anak-anak, dan ketidakadilan sistemik yang kita lihat terjadi di Tepi Barat ini tidak boleh diabaikan," ujar Sheeran.
Ia menyatakan sedang mencari cara untuk berkontribusi membantu para korban di masa-masa sulit ini serta mendengarkan dan belajar. "Karena saya merasa belum tahu cukup banyak," kata dia.
Sheeran tampak emosional saat memberi tahu penonton bahwa konsernya tetaplah tempat di mana semua orang disambut hangat, dan semua orang di sini dapat berdiri di samping orang-orang yang memiliki pandangan berlawanan. Di tengah ketidakpastian yang sempat melanda, Sheeran mengakui sempat ragu untuk melanjutkan kariernya.
Ia mengungkapkan tidak tahu seperti apa tur ini akan berlanjut dan apakah dia masih ingin menjadi seorang seniman atau tidak, tetapi akhirnya memilih kembali ke panggung demi memenuhi komitmennya kepada para penggemar. Sheeran juga menyatakan bahwa dirinya sangat khawatir dengan gagasan bahwa pihak pengelola lokasi acara akan memeriksa dan menyetujui terlebih dahulu materi penampilan atau seniman yang tampil, sebuah pernyataan yang disambut tepuk tangan dari para penonton.
Sisa jadwal tur Sheeran masih direncanakan berlangsung di Amerika Utara dan Amerika Latin. Meskipun tur sang megabintang sebelumnya termasuk salah satu dengan pendapatan tertinggi sepanjang masa, beberapa harga tiket untuk pertunjukan kali ini merosot hingga 32 dolar AS. Sejumlah penggemar melaporkan berhasil mendapatkan pengembalian dana tiket, meski Ticketmaster dan promotor Messina Touring Group belum memberikan konfirmasi resmi mengenai kebijakan pengembalian tersebut.

1 hour ago
3















































