Investasi 25 KEK Tembus Rp 82,6 Triliun pada 2025, Serap 88 Ribu Tenaga Kerja

3 hours ago 2

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Jenderal Dewan Nasional Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Rizal Edwin Manansang melaporkan realisasi investasi di 25 KEK sepanjang 2025 mencapai Rp 82,6 triliun atau sekitar 98 persen dari target yang ditetapkan. Penyerapan tenaga kerja di kawasan tersebut tercatat sebanyak 88.541 orang.

“Capaian ini menunjukkan KEK terus berkembang sebagai salah satu instrumen penting dalam mendorong investasi dan penciptaan lapangan kerja di berbagai daerah,” ujar Rizal Edwin dalam keterangannya di Jakarta, Ahad (26/3/2026).

Secara kumulatif hingga 2025, realisasi investasi di KEK mencapai Rp 336 triliun dengan total penyerapan tenaga kerja sekitar 249 ribu orang. Adapun kajian yang dilakukan Prospera dan Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat (LPEM) Universitas Indonesia menunjukkan wilayah yang memiliki KEK mampu menarik investasi hingga 77 persen lebih tinggi dibandingkan wilayah non-KEK.

Selain itu, penyerapan tenaga kerja tercatat 52 persen lebih besar. Sementara pada KEK industri, investasi asing langsung (foreign direct investment/FDI) dapat mencapai sekitar 179 persen lebih tinggi.

Executive Director Kendal Industrial Park Juliani Kusumaningrum sebagai perwakilan dari KEK Kendal menyampaikan hingga 2025 kawasan tersebut mencatat akumulasi investasi sekitar Rp 187,05 triliun dengan penyerapan tenaga kerja sekitar 76.559 orang. Sejalan dengan perkembangan tersebut, laju pertumbuhan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kabupaten Kendal pada 2025 tercatat meningkat signifikan hingga 8,84 persen.

KEK Kendal juga mengembangkan program link and match untuk memperkuat keterhubungan antara dunia industri dengan lembaga pendidikan dan pelatihan guna mendukung ketersediaan tenaga kerja sesuai kebutuhan industri.

Kemudian, Vice President Corporate Planning & Strategic Delivery Unit KEK Sanur Ade Saputra menjelaskan kawasan tersebut memiliki dua fokus utama, yakni sektor kesehatan dan pariwisata. KEK Sanur diharapkan dapat meningkatkan daya saing layanan kesehatan dalam negeri sehingga mampu bersaing dengan rumah sakit di luar negeri. Selama ini terdapat empat faktor utama yang mendorong masyarakat Indonesia berobat ke luar negeri, yakni ketepatan diagnosis, keahlian dokter, teknologi, dan biaya.

Salah satu fasilitas utama di kawasan tersebut adalah Bali International Hospital yang menyediakan layanan unggulan seperti kardiologi, onkologi, neurologi, ortopedi, serta layanan kesehatan ibu dan anak. Selain itu, tersedia pula fasilitas kesehatan lain, termasuk pusat fertilitas Alpha IVF & Women’s Specialist yang bekerja sama dengan jaringan klinik fertilitas internasional.

Direktur Pemasaran dan Pengembangan KEK Industropolis Batang Indri Septa Respati mengatakan kawasan yang baru diresmikan pada Kamis (20/3/2025) itu menjalankan berbagai program pemberdayaan masyarakat berbasis empat kerangka utama, yakni ketenagakerjaan, ekonomi dan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), lingkungan, serta sosial. Program tersebut antara lain pelatihan menjahit untuk operator sepatu, pelatihan desain dan printing, serta pelatihan bahasa Inggris bagi calon tenaga kerja. Sejak 2022 hingga 2025, jumlah peserta pelatihan di kawasan tersebut mencapai lebih dari 1.800 orang.

Sementara itu, Direktur Utama PT Taman Resor Internet (Tamarin) Mike Wiluan menyampaikan KEK Nongsa turut mengembangkan talenta digital melalui program pelatihan vokasi Infinite Learning yang bekerja sama dengan sejumlah mitra global dan nasional, seperti Apple Developer Academy, RMIT University, Red Hat, dan IBM. Hingga kuartal IV 2025, program tersebut telah diikuti lebih dari 8.000 peserta.

Infinite Studios di kawasan tersebut juga berkolaborasi dengan 22 UMKM kreatif dalam produksi film animasi berskala internasional serta telah memproduksi lebih dari 20 film internasional. Saat ini studio tersebut tengah menggarap 10 judul animasi yang melibatkan sekitar 160 tenaga kerja dan dukungan dari tiga studio UMKM di Pulau Jawa.

KEK Nongsa juga melakukan ekspansi kawasan seluas 21,59 hektare sehingga total luasnya menjadi 188,04 hektare.

Di sisi lain, External Relation and Special Economic Zone Director KEK Gresik Roro Ayu Yayuk Dwi Hastuti menyampaikan kawasan tersebut turut berkontribusi terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (corporate social responsibility/CSR) berbasis lima pilar, antara lain pendidikan, kesehatan, ekonomi kerakyatan, dan pembangunan infrastruktur sosial.

Kontribusi itu tercermin dari peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten Gresik yang naik dari 77,30 pada 2021 menjadi 79,69 pada 2025. Selain itu, tingkat pengangguran di daerah tersebut juga berhasil ditekan dari 8 persen menjadi 5,47 persen dalam lima tahun terakhir.

“Hal ini membuktikan KEK Gresik berhasil menjadi pusat investasi industri baru yang mendukung hilirisasi dan rantai pasok industri nasional, serta menciptakan lapangan kerja,” ujarnya.

sumber : Antara

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|