Iran Sanggah Ada Kesepakatan Final dengan AS Soal Gencatan Senjata

20 hours ago 7

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei.

REPUBLIKA.CO.ID, TEHERAN — Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmail Baghaei, menegaskan bahwa belum ada keputusan final yang diambil terkait potensi kesepakatan dengan Amerika Serikat (AS). Ia menekankan, adanya laporan yang mengeklaim tercapainya kesepakatan tersebut masih bersifat spekulatif dan belum ada satu pun poin persoalan yang diselesaikan secara definitif.

Baghaei menyatakan, Iran belum mencapai posisi akhir atau kesimpulan yang menentukan mengenai proposal perjanjian tersebut dalam proses diskusi terakhir. Ia mencatat bahwa meskipun draf memorandum kesepahaman (MoU) sudah hampir rampung, ganjalan utama yang tersisa adalah apa yang ia sebut sebagai pernyataan kontradiktif dan sikap yang terus berubah-ubah dari pihak AS.

Baghaei menjelaskan, mekanisme pengambilan keputusan di Iran sangat jelas dan mewajibkan otoritas terkait untuk mencapai kesimpulan akhir pada setiap detail dari usulan kesepahaman tersebut sebelum sebuah perjanjian dapat disahkan.

Ia menambahkan, Qatar dan Pakistan telah memainkan peran mediasi yang aktif sepanjang proses ini, dan mencatat bahwa sebagian besar teks perjanjian sebenarnya telah mencapai tahap penyusunan draf tingkat lanjut. Meski demikian, ia menyayangkan sikap AS yang terus mengubah posisinya selama jalannya negosiasi.

Tidak ada kelonggaran pada garis merah

Juru bicara Kemlu Iran tersebut menekankan bahwa Teheran sama sekali tidak menunjukkan kelonggaran atau fleksibilitas apa pun terkait garis merah (red lines) serta prinsip-prinsip utama negara yang tidak dapat dinegosiasikan.

Menurut Baghaei, para pejabat AS mencoba memasukkan isu-isu tambahan dalam pembicaraan baru-baru ini, tetapi Iran membuktikan bahwa mereka tidak akan tunduk pada tekanan atau mengorbankan posisi-posisi inti mereka.

Baghaei juga menuding Washington tengah mencoba menciptakan opini publik seolah-olah Iran telah terpengaruh oleh ancaman dan tekanan militer, sebuah narasi yang ditolaknya mentah-mentah.

Pernyataan tegas dari pihak Teheran ini muncul setelah Presiden AS Donald Trump mengeklaim bahwa Washington telah mencapai "penyelesaian yang luar biasa" (great settlement) dengan Iran. Trump bahkan mengisyaratkan bahwa kesepakatan tersebut dapat ditandatangani di Eropa dalam beberapa hari ke depan setelah dokumen-dokumen yang diperlukan selesai difinalisasi.

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|