Iran Tembak Jatuh F-15 di Selat Hormuz

3 hours ago 4

REPUBLIKA.CO.ID, TEHERAN – Angkatan Bersenjata Iran mengeklaim telah berhasil menargetkan jet tempur F-15 yang menyerang di langit pantai selatan negara itu. Jika terbukti, ini pesawat ketujuh milik agresor AS-Israel yang terdampak dalam serangan ke Iran.

Dalam sebuah pernyataan yang dirilis pada Ahad, Tentara Republik Islam Iran mengatakan bahwa Komando Pertahanan Udara Gabungan telah mencegat dan menembakkan rudal darat ke udara ke jet tempur musuh di dekat pulau di Selat Hormuz beberapa jam yang lalu. 

Militer juga mencatat bahwa penyelidikan sedang dilakukan untuk mengetahui nasib F-15 tersebut. Belum ada tanggapan dari pihak AS atau Israel atas penembakan pesawat tersebut.

Menurut postingan Tehran Times di media sosial, pesawat tersebut dicegat di pantai selatan Iran sebelum dijatuhkan di dekat Selat Hormuz. Laporan tersebut menggambarkan insiden tersebut sebagai keberhasilan pasukan pertahanan udara Iran melawan gangguan musuh.

Intersepsi tersebut menambah penargetan enam pesawat militer sebelumnya, tiga di antaranya berada di langit Iran dan sisanya di Kuwait. 

Hal ini lebih lanjut mencerminkan pernyataan Iran mengenai peningkatan kekuatan militer dan kesiapannya untuk mempertahankan wilayah udaranya di tengah agresi ilegal AS-Israel terhadap negara tersebut.

AS dan Israel melancarkan serangan kriminal militer terhadap Iran pada tanggal 28 Februari dengan membunuh Pemimpin Revolusi Islam Ayatullah Ali Khamenei, bersama dengan komandan militer senior, yang merupakan pelanggaran mencolok terhadap kedaulatan negara. 

AS dan Israel juga menargetkan infrastruktur sipil dan fasilitas energi Iran, menewaskan ratusan warga Iran. Iran mulai dengan cepat membalas agresi tersebut dengan meluncurkan rentetan serangan rudal dan drone ke wilayah-wilayah pendudukan Israel serta aset-aset AS di negara-negara regional.

Serangan terbaru ini terjadi beberapa hari setelah Iran mengklaim menjadi negara pertama yang mengenai F-35 Lightning 2 AS, jet generasi kelima yang disebut-sebut sebagai salah satu jet paling canggih di dunia. Laporan CNN, mengutip pejabat pertahanan AS, mengonfirmasi bahwa sebuah F-35 memang melakukan pendaratan darurat, menambahkan bahwa pilotnya berhasil melontarkan diri dengan selamat dan penyelidikan sedang dilakukan. 

Sementara pada 1 Maret, tiga jet F-15E “Strike Eagle” secara keliru ditembak jatuh dalam insiden terpisah oleh pertahanan udara Kuwait. Menurut CENTCOM, pesawat tersebut “keliru ditembak jatuh” oleh pasukan Kuwait selama operasi.

Dua pesawat pengisi bahan bakar KC-135 milik AS juga terlibat insiden di wilayah udara Irak, lokasi kelompok sekutu Iran membombardir pangkalan-pangkalan AS. Salah satu pesawat itu jatuh, menewaskan enam awaknya; sedangkan satu lagi mendarat darurat di Bandara Ben Gurion di Israel. Pihak AS mengeklaim dua pesawat terlibat insiden kecelakaan, sedangkan kelompok perlawanan di Irak menyatakan mereka yang menembak jatuh pesawat. 

Militer Iran juga mengklaim telah menargetkan jet tempur F-16 Israel di pusat negara tersebut dengan menggunakan rudal permukaan-ke-udara.

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|