Kapal Global Sumud Flotilla berlayar meninggalkan perairan Turki menuju perairan Internasional, Kamis (14/5/2026). Sebanyak 59 kapal GSF yang ditumpangi oleh sekitar 500 partisipan dari sekitar 50 negara resmi berlayar menuju perairan Gaza untuk menyalurkan bantuan kemanusiaan seperti obat-obatan, vitamin, kebutuhan bayi dan logistik lainnya. Republika/Thoudy Badai
REPUBLIKA.CO.ID, TEL AVIV— Harian Israel Yedioth Ahronoth melaporkan pada Ahad (17/5/2026) bahwa Israel tengah bersiap mengambil alih Armada Global Sumud yang berangkat dari Turki pekan lalu menuju Jalur Gaza dalam upaya mematahkan blokade laut yang diberlakukan Israel atas wilayah tersebut.
Surat kabar itu menyebutkan bahwa armada diperkirakan akan tiba di kawasan tersebut dalam dua hingga tiga hari ke depan, dan terdiri dari sekitar 50 kapal.
Media itu juga mengutip seorang sumber Israel yang mengatakan, “Kami akan menguasai kapal-kapal armada itu dan memindahkan para pesertanya ke penjara terapung,” dikutip Aljazeera, Senin (18/5/2026).
Sumber tersebut menambahkan, “Kami memperkirakan para peserta kali ini akan lebih agresif dibanding sebelumnya dan mungkin membawa senjata tajam,” menurut klaimnya.
Sumber itu melanjutkan, “Perkiraan kami, Thiago Avila dan Saif Abu Kishk berada di atas armada tersebut, dan kali ini kami tidak akan segera membebaskan mereka.”
Israel sebelumnya telah membebaskan kedua aktivis tersebut pada 10 Mei lalu setelah menahan mereka saat ikut dalam Armada Global Sumud internasional yang terdiri dari lebih dari 50 kapal dan berangkat dari pelabuhan di Prancis dan Spanyol pada 12 April.
Kapal-kapal Global Sumud kembali berlayar dari pesisir Turki menuju Jalur Gaza pada Kamis lalu dalam misi kemanusiaan yang bertujuan menyoroti penderitaan rakyat Palestina serta menyalurkan bantuan darurat.
Pada 29 April lalu, militer Israel melancarkan serangan yang disebut ilegal di perairan internasional dekat Pulau Kreta terhadap kapal-kapal armada tersebut, yang saat itu membawa 345 peserta dari 39 negara.
Israel menahan 21 kapal dengan sekitar 175 aktivis di dalamnya, sementara kapal-kapal lainnya melanjutkan perjalanan menuju perairan teritorial Yunani.

1 hour ago
1
















































