REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Di tengah persaingan dunia kerja yang semakin kompetitif dan dinamis, mahasiswa tidak lagi cukup hanya mengandalkan kemampuan akademik.
Dunia industri menuntut lulusan yang tidak hanya kuat secara teori, juga memiliki keterampilan praktis, adaptif, dan siap menghadapi tantangan nyata di lingkungan profesional. Karena itu, kesiapan menghadapi dunia magang dan karier perlu dibangun sejak masih duduk di bangku kuliah.
Sebagai Kampus Digital Bisnis, Universitas Nusa Mandiri (UNM) melalui Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) menghadirkan ekosistem pembelajaran yang dirancang untuk menjawab kebutuhan tersebut.
Mahasiswa FEB memiliki peluang besar untuk mengembangkan diri lebih awal karena bidang yang dipelajari sangat relevan dengan kebutuhan industri, mulai dari bisnis, manajemen, hingga ekonomi digital.
Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Ida Zuniarti, menegaskan kesiapan kerja tidak bisa dibentuk secara instan. “Mahasiswa harus mulai membangun kesiapan karier sejak dini, tidak hanya fokus pada nilai akademik, tetapi juga pengalaman dan keterampilan praktis yang dibutuhkan di dunia kerja,” ujarnya, Senin (18/5/2026).
Ia menjelaskan, perguruan tinggi punya peran penting menjembatani kebutuhan industri dengan proses pembelajaran di kampus. Menurutnya, melalui program yang terintegrasi dengan dunia kerja, mahasiswa dapat memahami realitas industri sekaligus meningkatkan daya saing mereka sebelum lulus.
Salah satu program unggulan yang dihadirkan adalah Internship Experience Program (IEP) 3+1, yang memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk menjalani perkuliahan selama tiga tahun dan satu tahun pengalaman langsung di dunia kerja.
Program ini menjadi langkah strategis dalam membekali mahasiswa dengan pengalaman profesional yang relevan. Selain magang, penguatan soft skills menjadi fokus utama. Kemampuan komunikasi, kerja sama tim, problem solving, hingga adaptasi terhadap perubahan menjadi bekal penting menghadapi dunia profesional.
‘’Mahasiswa yang aktif mengikuti seminar, workshop, dan berbagai kegiatan pengembangan diri cenderung lebih siap dan percaya diri saat memasuki dunia kerja,” tambahnya.
Di era digital, literasi teknologi juga menjadi kebutuhan utama. Mahasiswa dituntut untuk memahami digital marketing, data analytics, hingga pemanfaatan teknologi dalam bisnis. Kompetensi ini menjadi nilai tambah yang sangat dibutuhkan industri dan menjadi faktor pembeda di tengah persaingan yang semakin ketat.
“FEB UNM konsisten mendorong mahasiswa tidak hanya menjadi pencari kerja, tetapi juga mampu menciptakan peluang. Dengan memanfaatkan berbagai program unggulan dan lingkungan pembelajaran yang adaptif, mahasiswa dibentuk menjadi lulusan yang siap kerja, mandiri, dan inovatif,” jelas Ida.
Dengan semangat “Universitas Nusa Mandiri: Ubah Mimpi Jadi Prestasi,” UNM berkomitmen mencetak generasi profesional yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga siap menghadapi tantangan dan peluang di era ekonomi digital.

2 hours ago
1
















































