Israel Ogah Keluar Duit di Board of Peace, Ini Kontribusi Negara Lain

2 hours ago 2

Jakarta, CNBC Indonesia - Pemerintah Israel menegaskan tidak akan mengeluarkan dana untuk membiayai rekonstruksi Jalur Gaza melalui Dewan Perdamaian atau Board of Peace yang digagas Presiden Amerika Serikat Donald Trump.

Sikap ini disampaikan di tengah menguatnya diplomasi internasional untuk membangun kembali wilayah yang hancur akibat perang, namun juga diwarnai ketegangan politik di dalam negeri Israel.

Ze'ev Elkin, yang menjabat sebagai menteri kedua di Kementerian Keuangan sekaligus anggota Kabinet Keamanan Israel, secara terbuka menyatakan penolakan tersebut dalam wawancara dengan radio publik Israel, Kan Reshet Bet, sebagaimana dikutip dari Jewish News Syndicate (JNS), Kamis (26/2/2026.

"Kami tidak akan mendanai Board of Peace, tidak ada alasan untuk itu," kata Elkin.

Elkin menegaskan bahwa Israel memandang dirinya sebagai pihak yang diserang dalam konflik terbaru. "Kami diserang," ujarnya, merujuk pada serangan lintas batas yang dipimpin Hamas dari Jalur Gaza pada 7 Oktober 2023.

Ia kemudian menutup pernyataannya dengan kalimat tegas. "Tidak ada alasan bagi kami untuk membayar rekonstruksi."

Israel Tetap Bisa Bergabung Tanpa Membayar

Meski menolak berkontribusi dana, Israel tetap diperbolehkan bergabung dalam Board of Peace bentukan Trump. Mengutip laporan Kan News, pemerintahan Trump memberikan izin kepada negara Yahudi tersebut untuk menjadi anggota tanpa kewajiban menyumbang dana rekonstruksi maupun biaya operasional organisasi internasional itu.

Laporan yang sama juga mengutip sumber pemerintah Israel yang tidak disebutkan namanya. Sumber itu menyatakan bahwa pembebasan kewajiban pembayaran membantu meredakan tekanan politik domestik terhadap Perdana Menteri Benjamin Netanyahu.

Netanyahu sebelumnya menuai kritik karena menyetujui keikutsertaan Israel dalam Board of Peace bersama negara-negara yang dipandang bermusuhan seperti Qatar dan Turki.

Sementara itu, Trump mengumumkan bahwa sembilan negara yang bergabung dalam Board of Peace telah mengumpulkan dana lebih dari US$7 miliar untuk paket bantuan bagi Gaza.

"Dan untuk mengakhiri itu, hari ini, dan saya dengan senang hati mengumumkan bahwa Kazakhstan, Azerbaijan, UEA, Maroko, Bahrain, Qatar, Arab Saudi, Uzbekistan, dan Kuwait semuanya telah menyumbang lebih dari US$7 miliar untuk paket bantuan tersebut," ujar Trump.

Selain kontribusi negara-negara tersebut, Trump mengatakan PBB akan menyumbang US$2 miliar untuk bantuan kemanusiaan. Badan sepak bola dunia FIFA juga disebut akan menggalang dana sebesar US$75 juta untuk proyek-proyek terkait sepak bola di Jalur Gaza.

Bagaimana dengan Indonesia?

Menteri Luar Negeri (Menlu) RI Sugiono sebelumnya menegaskan Indonesia belum memberikan dana apapun kepada Board of Peace. Kata dia, Indonesia bisa menjadi anggota dewan tersebut tanpa harus memberikan kontribusi dalam bentuk finansial.

Dia mengungkapkan, Board of Peace memang menawarkan calon anggotanya untuk membayar biaya kontribusi sebesar US$1 miliar. Hanya saja, imbuh dia, biaya itu bukan merupakan wajib maupun syarat utama untuk menjadi anggota Board of Peace.

"Dari awal saya bilang ini namanya bukan iuran keanggotaan. Bukan syarat keanggotaan. Kita sekarang sudah anggota (Board of Peace) jadi tidak perlu bayar juga tidak apa-apa," katanya.

"Masing-masing anggota Board of Peace memiliki cara berbeda dalam berkontribusi bagi Gaza. Jika negara lain memilih mendonasikan dana, Indonesia akan berkontribusi melalui pengerahan pasukan sebagai bagian dari International Stabilization Force (ISF), yakni operasi militer gabungan lintas negara yang bertujuan menstabilkan lingkungan sipil di Gaza," paparnya.

Lebih lanjut, tegas Sugiono, Indonesia tidak akan terlibat dalam pelucutan senjata maupun aksi militer, melainkan fokus menjaga stabilitas sipil dan mendukung upaya kemanusiaan.

"Jadi kontribusinya ada yang dalam bentuk uang, ada yang pasukan," pungkas dia.

(luc/luc)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|