Penjahat perang dari Israel, Benjamin Netanyahu, akhirnya menampakkan dirinya secara resmi ke hadapan publik setelah kabar tentang kematiannya tersebar. (ilustrasi)
REPUBLIKA.CO.ID, TEL AVIV -- Penjahat perang dari Israel, Benjamin Netanyahu, akhirnya menampakkan dirinya secara resmi ke hadapan publik setelah kabar tentang kematiannya tersebar ke berbagai platform media sosial (medsos) dalam sepekan terakhir. Melalui konferensi persnya pada Kamis (19/3/2026) waktu Palestina, pemimpin Zionis Israel itu menegaskan dirinya masih bernyawa di tengah perang yang sedang berlangsung dengan Iran saat ini.
"Pertama-tama saya hanya ingin mengatakan bahwa saya masih hidup, dan Anda semua sekarang menjadi saksi," kata Netanyahu dalam konferensi persnya di hadapan media internal di Tel Aviv seperti dikutip dari kanal Telegram, Clash Report, Jumat (20/3/2026).
Netanyahu, yang ditetapkan sebagai salah satu pelaku genosida dan penjahat perang oleh Mahkamah Pidana Internasional (ICC), mengaku mendengar dan mengikuti kabar serta spekulasi yang bertebaran di media sosial tentang dirinya yang sudah tewas.
Akan tetapi, kata dia, kabar dan spekulasi tentang dirinya yang sudah tewas terkena serangan balasan rudal Iran merupakan informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan. "Anda sekarang semuanya di sini menjadi saksi, dan saya membantah kabar bohong itu," ujar Netanyahu.
Dalam kemunculannya itu, Netanyahu menyampaikan pembaruan informasi menyangkut peperangan Israel bersama Amerika Serikat (AS) terhadap Iran.
Kemunculan resmi Netanyahu pada Kamis ini kemungkinan yang pertama setelah sepanjang pekan lalu tersiar kabar dan spekulasi tentang pemimpin penjajah Zionis Israel itu yang sudah tewas terkena serangan rudal Iran atau karena penyakit.
Bahkan sempat tersiar kabar dan spekulasi tentang Netanyahu yang sudah tewas sejak 8 Maret 2026 lalu, atau pada masa sepekan setelah perang AS-Zionis dengan Iran. Otoritas Zionis di berbagai platform media pun berkali-kali membantah kabar kematian Netanyahu tersebut.
Berbagai bantahan dilakukan, bahkan melalui video tentang aktivitas Netanyahu yang mendatangi Pelabuhan Ashdod dan gerai kopi di Tel Aviv. Akan tetapi, sejumlah pakar telematika juga ada yang menganalisis video yang menampilkan Netanyahu itu sebagai buatan artificial intelligence (AI).

2 hours ago
1
















































