Jangkau Daerah Terpencil, LAZ Jadi Pilihan Berkurban

3 hours ago 2

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Berkurban melalui lembaga amil zakat (LAZ) kian populer. LAZ mampu memperluas distribusi daging kurban hingga ke wilayah terpencil dan luar negeri.

Lembaga amil zakat tidak hanya menjadi alternatif penyaluran kurban, tetapi juga memperkuat dampak sosial dan ekonomi, terutama bagi peternak di daerah. Program “Kurban Tanpa Batas” ZIS Indosat menjadi salah satu contoh pendekatan distribusi berbasis jaringan luas.

CEO ZIS Indosat Wakhid Efendi mengatakan, keunggulan utama kurban melalui LAZ adalah kemampuannya menjangkau wilayah yang selama ini sulit diakses. “Berkurban di LAZ itu kita ingin mendapatkan dampaknya. Misalnya di Indonesia Timur, banyak peternak yang punya ternak tapi kesulitan distribusi. Lewat LAZ, ternak mereka bisa terserap dan ekonomi mereka meningkat,” kata Wakhid dalam siaran pers, Rabu (8/4/2026).

Ia menjelaskan, kendala logistik dari daerah seperti Nusa Tenggara Timur membuat peternak sulit menjual ternak ke pasar besar. Di sisi lain, jumlah pekurban di daerah tersebut terbatas sehingga distribusi tidak optimal.

Selain jangkauan, transparansi juga menjadi faktor pendorong meningkatnya kepercayaan masyarakat. Proses penyembelihan hingga distribusi dapat dipantau secara langsung oleh pekurban.

“Sekarang bisa dilihat langsung, bahkan lewat video call. Mau tanya sudah disembelih atau belum juga bisa lewat call center. Jadi sangat transparan dan akuntabel,” kata Wakhid.

Dari sisi syariah, proses kurban dipastikan sesuai ketentuan dengan pengawasan Dewan Pengawas Syariah. Inovasi pengolahan seperti rendang kaleng juga dinilai tetap sah secara syariat.

Distribusi kurban juga dibuat lebih fleksibel melalui pengolahan daging menjadi makanan siap saji dengan masa simpan panjang. Skema ini memungkinkan penyaluran dilakukan di luar momentum Idul Adha, termasuk saat bencana.

“Misalnya saat bencana di Sumatera atau Aceh, kita bisa kirim dari stok kurban sebelumnya. Jadi manfaatnya bisa dirasakan lebih lama,” kata Wakhid.

Program ini juga menjangkau penerima manfaat di luar negeri, termasuk Palestina, dengan skema distribusi khusus untuk wilayah konflik.

Manajer Retail & Community Commercial Division ZIS Indosat Dimas Maulana Putra mengatakan, tren peningkatan pekurban terus terjadi dalam beberapa tahun terakhir.

“Tahun ini target kami sekitar 1.600 pekurban dengan lebih dari 800 hewan kurban dan 22 ribu penerima manfaat. Ini meningkat signifikan dari tahun sebelumnya,” kata Dimas.

Kemudahan akses digital turut mendorong pertumbuhan tersebut, mulai dari pemilihan hewan hingga laporan distribusi yang dapat diakses secara langsung oleh pekurban.

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|