REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Transformasi PT Pelabuhan Indonesia (Persero) mulai mendorong perbaikan layanan di puluhan pelabuhan. Hasil survei terbaru menunjukkan peningkatan kualitas operasional di berbagai lini.
Survei Laboratorium Suara Indonesia (LSI) mencatat 85,8 persen responden menilai layanan Pelindo membaik. Survei ini melibatkan 1.090 responden dari berbagai kalangan di 80 pelabuhan, mulai dari pemilik kapal, perusahaan bongkar muat, hingga penumpang kapal.
Secara rinci, layanan terminal peti kemas mencatat capaian tertinggi sebesar 90,2 persen. Disusul layanan terminal penumpang 89,8 persen dan pelayanan pemanduan kapal sebesar 88,2 persen.
Selain itu, efisiensi waktu tunggu kapal dan kecepatan bongkar muat juga menunjukkan perbaikan dengan capaian di atas 87 persen. Hasil ini mencerminkan peningkatan kinerja operasional di lapangan.
Direktur Eksekutif LSI Ahmad Zaki mengatakan, perbaikan ini tidak lepas dari langkah strategis Pelindo dalam membenahi layanan, termasuk membuka kanal aspirasi pengguna jasa.
Perubahan ini terjadi setelah restrukturisasi besar pada Februari 2026 saat Achmad Muchtasyar ditunjuk sebagai Direktur Utama. Pergantian kepemimpinan dinilai mempercepat transformasi dan penguatan operasional.
Meski demikian, pengamat ekonomi Universitas Andalas Muhammad Makky mengingatkan hasil survei perlu dibaca secara hati-hati. Ia menilai angka tinggi tidak selalu mencerminkan standar layanan kelas dunia.
“Dalam kajian akademik, kepuasan merupakan hasil perbandingan antara harapan dan persepsi, sehingga angka tinggi bisa berarti kinerja membaik, atau justru ekspektasi pengguna yang masih rendah,” kata Makky.
Ia menekankan evaluasi perlu difokuskan pada aspek krusial seperti kecepatan layanan, kepastian waktu sandar dan bongkar muat, serta transparansi biaya. Menurutnya, indikator tersebut lebih mencerminkan kualitas layanan secara nyata.
Menurut dia, keberhasilan pelabuhan harus tercermin pada efisiensi waktu layanan, penurunan biaya logistik, dan kelancaran distribusi. Di tengah tekanan global dan kompleksitas logistik nasional, pelabuhan dituntut menjaga kinerja yang stabil dan berdaya saing.

1 hour ago
2
















































