Bendera Iran.
Harianjogja.com, LAUT ARAB—Jet tempur Amerika Serikat menembak jatuh sebuah pesawat nirawak (drone) asal Iran di Laut Arab pada Selasa (4/2/2026) setelah drone tersebut mendekati kapal induk USS Abraham Lincoln (CVN 72).
Menurut juru bicara Komando Pusat AS (CENTCOM), Kapten Tim Hawkins, USS Abraham Lincoln melintasi Laut Arab sekitar 500 mil dari pantai selatan Iran ketika drone Iran Shahed-139 bermanuver mendekati kapal tersebut.
“Drone terus terbang ke arah kapal meskipun pasukan AS telah melakukan tindakan de-eskalasi untuk memastikan keselamatan personel, kapal, dan pesawat di Timur Tengah,” kata Hawkins.
Hawkins menegaskan, gangguan dan ancaman Iran yang terus berlangsung di perairan serta wilayah udara internasional tidak akan ditoleransi. Menurutnya, agresi yang tidak perlu di dekat pasukan AS, mitra regional, dan kapal komersial meningkatkan risiko tabrakan, salah perhitungan, serta destabilisasi regional.
Sementara itu, juru bicara Gedung Putih Karoline Leavitt menyampaikan kepada Fox News bahwa Pentagon menegaskan CENTCOM bertindak “dengan tepat dan perlu” untuk melindungi personel serta peralatan AS di wilayah tersebut.
“CENTCOM memang memutuskan untuk menembak jatuh drone Iran. Drone itu tidak berawak dan bertindak agresif terhadap USS Lincoln, yang berada di wilayah tersebut atas arahan Presiden Trump,” ujar Leavitt.
Leavitt menambahkan, Presiden AS Donald Trump tetap berkomitmen menempuh upaya diplomasi, meski menekankan bahwa diplomasi membutuhkan kerja sama kedua pihak bertikai.
Sebagai langkah diplomatik, utusan khusus Steve Witkoff dijadwalkan mengadakan pembicaraan dengan pihak Iran pada akhir pekan ini. Leavitt menegaskan, pembicaraan masih berlangsung sesuai jadwal, namun presiden tetap memiliki opsi lain, termasuk penggunaan kekuatan militer.
“Pihak Iran mengetahui hal ini lebih baik daripada siapa pun,” tambah Leavitt.
Insiden ini menegaskan ketegangan yang terus berlangsung antara AS dan Iran di perairan internasional, serta perlunya keseimbangan antara tindakan militer dan upaya diplomasi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber : Antara

















































