Kondisi jalan di Kelok 23 di Kalurahan Girijati, Purwosari masih ditutup karena masih ada pengerjaan untuk penyempurnaan pembangunan. Harian Jogja - David KurniawanÂ
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL — Penyempurnaan Jalur Jalan Lintas Selatan (JJLS) di wilayah Gunungkidul terus dikebut. Selain merampungkan ruas penghubung dengan Bantul, pemerintah juga menyiapkan program normalisasi pada jalur menuju pintu masuk Kelok 23 yang selama ini dikenal memiliki medan ekstrem.
Lurah Girijati, Purwosari, Karsono, menjelaskan akses menuju Kelok 23 atau STA 5000 hampir rampung dan ditargetkan mulai beroperasi pada awal September 2026. Ia menyambut positif pembangunan tersebut karena diyakini mampu membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat setempat.
Meski demikian, Karsono mengakui masih terdapat sejumlah titik yang membutuhkan penanganan serius. Salah satunya adalah jalur di sekitar Kelok 23 yang memiliki tikungan tajam serta kontur naik-turun cukup ekstrem sehingga menyulitkan kendaraan besar untuk melintas.
“Di depan Kelok 23 jalurnya masih cukup ekstrem, sehingga perlu penyesuaian agar lebih aman dilalui,” ujarnya, Selasa (21/4/2026).
Menurutnya, pemerintah pusat telah merespons kondisi tersebut dengan merencanakan normalisasi sepanjang sekitar 600 meter, mulai dari area depan Kelok 23 hingga pertigaan Nanas di Kalurahan Giriasih, Purwosari. Proses pembebasan lahan untuk proyek ini bahkan telah dilakukan sejak tahun sebelumnya.
Informasi yang diterima menyebutkan bahwa normalisasi akan mencakup perataan badan jalan, termasuk penurunan elevasi di titik tertentu. Salah satu contohnya adalah rencana penurunan badan jalan hingga tujuh meter di kawasan pertigaan Nanas.
Di sisi lain, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 1.2 Satker PJN DIY, Ridwan Subarkah, menuturkan bahwa perbaikan juga akan dilakukan pada segmen Purwosari–Legundi di wilayah Kapanewon Panggang. Langkah ini difokuskan untuk meningkatkan standar jalan agar sesuai ketentuan nasional.
Ia mengungkapkan, masih terdapat sekitar satu kilometer ruas jalan dengan tingkat kemiringan lebih dari 10 persen. Kondisi tersebut akan diperbaiki melalui pelandaian dan pelebaran jalan guna meningkatkan keselamatan pengguna.
“Normalisasi ini penting untuk kenyamanan dan keamanan, sekaligus mendukung kelancaran arus lalu lintas dari Bantul ke Gunungkidul,” jelasnya.
Selain itu, pada tahun ini juga akan dimulai pembangunan sambungan Jalan Baru Kretek–Girijati di kawasan Legundi. Proyek ini menjadi bagian dari strategi mempercepat konektivitas antarwilayah di pesisir selatan DIY.
Secara keseluruhan, progres pembangunan Jalan Baru Kretek–Girijati telah mencapai sekitar 90 persen sejak dimulai pada November 2023. Ruas tersebut ditargetkan dapat mulai difungsikan pada September 2026, dengan penyelesaian penuh proyek dijadwalkan rampung pada Agustus 2026.
Keberadaan jalan baru ini diharapkan mampu memangkas waktu tempuh dari perbatasan Bantul–Gunungkidul secara signifikan, dari sekitar 20 menit menjadi hanya lima menit. Dengan demikian, aksesibilitas kawasan selatan DIY akan semakin meningkat dan berpotensi mendorong pertumbuhan ekonomi di wilayah tersebut.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.


















































