Jual Mobil, Jangan Sampai Temuan Kecil Bikin Harga Anjlok

3 hours ago 2

Jual Mobil, Jangan Sampai Temuan Kecil Bikin Harga Anjlok

Foto ilustrasi mobil bekas. /Dok-Harianjogja.com.

Harianjogja.com, JOGJA—Ketika perusahaan memutuskan untuk meremajakan kendaraan operasional, tantangannya bukan hanya menentukan armada baru, tetapi juga memastikan kendaraan lama dapat dilepas dengan nilai yang optimal. Proses ini menjadi semakin penting di tengah pasar mobil bekas yang tetap aktif dan kompetitif.

Data Asosiasi Mobil Bekas Indonesia (AMBI) yang dikutip Gaikindo mencatat penjualan mobil bekas tumbuh sekitar 5% secara tahunan hingga September 2025. Sementara itu, pada awal 2026, penjualan kendaraan bekas juga menunjukkan peningkatan sekitar 6% pada Januari, ketika pasar mobil baru masih menghadapi tekanan.

Dengan begitu peluang untuk melepas kendaraan operasional sebenarnya tetap terbuka. Namun, perusahaan tetap menghadapi tantangan lain ketika kendaraan mulai masuk ke tahap pemeriksaan dan negosiasi dengan calon pembeli yang biasanya akan melakukan pemeriksaan fisik dan test drive untuk memastikan kondisi unit.

Pada tahap ini, berbagai temuan yang terlihat kecil dapat menjadi bahan untuk menawar harga lebih rendah. Goresan pada bodi, perbedaan warna panel, suara dari kaki-kaki, rembesan oli, hingga respons transmisi yang terasa kurang optimal bisa menjadi alasan calon pembeli meminta potongan harga.

Persoalannya, perusahaan belum tentu memiliki data pemeriksaan independen yang dapat menjelaskan seberapa serius temuan tersebut dan apakah benar membutuhkan biaya perbaikan besar. Hal itu membuat perusahaan bisa berada pada posisi yang kurang menguntungkan dalam negosiasi.

Temuan Kecil

Dalam proses penjualan kendaraan bekas, tidak semua temuan otomatis berarti kerusakan berat. Goresan atau perbedaan warna pada panel bodi, misalnya, belum tentu menunjukkan kendaraan pernah mengalami kecelakaan besar.

Panel bisa saja pernah mendapatkan perbaikan kosmetik. Begitu pula dengan bunyi pada kaki-kaki. Suara yang muncul ketika kendaraan melewati jalan tidak rata memang perlu diperiksa, tetapi penyebabnya harus diketahui terlebih dahulu sebelum menentukan tingkat perbaikannya.

Hal yang sama berlaku pada rembesan oli. Kondisi tersebut perlu mendapat perhatian, tetapi tingkat masalahnya harus dilihat berdasarkan lokasi rembesan, jumlahnya, serta kondisi komponen terkait.

Tanpa pemeriksaan yang lebih detail, berbagai temuan tersebut mudah berubah menjadi persepsi. Bagi calon pembeli, persepsi ini dapat menjadi dasar untuk meminta potongan harga yang lebih besar.

Jangan Tunggu Ada Masalah

Karena itu, perusahaan dapat melakukan inspeksi kendaraan sebelum unit ditawarkan ke pasar. Langkah ini memungkinkan perusahaan mengetahui kondisi aktual setiap kendaraan terlebih dahulu. Jika ditemukan komponen yang membutuhkan perbaikan, perusahaan dapat mempertimbangkan untuk memperbaiki sebelum penjualan atau menjadikan kondisi tersebut sebagai bagian dari informasi yang disampaikan kepada calon pembeli.

Dengan begitu, perusahaan tidak berada dalam posisi harus merespons temuan calon pembeli secara spontan ketika negosiasi sudah berlangsung.

Menurut CEO Garasi.id, Ardy Alam, Data kondisi kendaraan dapat membantu mempertemukan ekspektasi penjual dan pembeli dalam proses pelepasan aset.

“Dalam proses penjualan kendaraan operasional, perbedaan persepsi mengenai kondisi kendaraan sering menjadi salah satu faktor yang memengaruhi negosiasi harga. Dengan adanya pemeriksaan yang dilakukan secara independen, perusahaan memiliki gambaran yang lebih jelas mengenai kondisi unit sebelum ditawarkan kepada calon pembeli,” ujar Ardy melalui keterangan resmi, Minggu (20/9/2026).

Inspeksi 170 Titik

Untuk membantu perusahaan mendapatkan gambaran kondisi kendaraan secara lebih menyeluruh, Layanana Inspeksi Mobil dari Garasi.id menyediakan pemeriksaan hingga 170 titik.

Pemeriksaan mencakup interior, eksterior, underhood, underbody, computer diagnostic, tes jalan, surat-surat, hingga sejarah kendaraan. Hasil pemeriksaan tersebut dapat digunakan perusahaan untuk mengetahui kondisi aktual kendaraan dan menentukan langkah sebelum unit dijual.

Jika ada bagian yang perlu diperbaiki, perusahaan dapat melakukan perbaikan terlebih dahulu. Sementara jika kendaraan memang berada dalam kondisi baik, laporan pemeriksaan dapat menjadi data pendukung ketika perusahaan menawarkan unit kepada calon pembeli. Hal ini menjadi semakin relevan ketika pasar kendaraan bekas semakin mengarah pada keputusan pembelian yang berbasis informasi.

Data Kondisi Kendaraan

Pada akhirnya, menjual kendaraan operasional bukan sekadar mencari pembeli dengan penawaran tertinggi.
Perusahaan juga perlu memastikan bahwa harga yang dinegosiasikan memiliki dasar yang jelas. Tahun kendaraan, kilometer, dan harga pasar memang penting, tetapi kondisi aktual unit juga tidak kalah menentukan.

Dengan memiliki laporan inspeksi sebelum kendaraan masuk proses penjualan, perusahaan dapat mengetahui apa yang sebenarnya dimiliki, memperkirakan kebutuhan perbaikan, sekaligus memiliki data yang dapat digunakan saat berhadapan dengan calon pembeli.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|