Nusa Penida Andalkan Smart Microgrid, PLTS dan Baterai Terintegrasi

2 hours ago 2

Newswire

Newswire Minggu, 20 September 2026 20:27 WIB

Nusa Penida Andalkan Smart Microgrid, PLTS dan Baterai Terintegrasi

Nusa Penida menerapkan Smart Microgrid yang mengintegrasikan PLTS, BESS, dan PLTD untuk mengoptimalkan energi terbarukan. /Instagram.

Harianjogja.com, BALI—Sistem kelistrikan Nusa Penida, Kabupaten Klungkung, Bali, mulai mengandalkan Smart Microgrid untuk mengatur pemanfaatan energi surya, penyimpanan listrik, dan pembangkit konvensional secara terintegrasi.

Sistem tersebut menggabungkan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Suana berkapasitas 3,5 MWp, Battery Energy Storage System (BESS) berkapasitas 1,8 MWh, serta Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD). Integrasi itu ditujukan untuk mengoptimalkan pemanfaatan energi terbarukan sekaligus menjaga keandalan pasokan listrik bagi masyarakat.

Manajer PLN UP2D Bali Petrus Irwan Ichwansaputra di Denpasar, Minggu, mengatakan pemanfaatan energi bersih harus tetap berjalan seiring dengan kebutuhan menjaga keandalan sistem kelistrikan.

“Transisi menuju energi bersih harus berjalan beriringan dengan keandalan. Dari sisi pengaturan sistem, kami memastikan PLTS, BESS dan PLTD dapat beroperasi secara terintegrasi sesuai kondisi sistem," katanya.

Energi Surya Disimpan untuk Digunakan Kembali

Dalam sistem kelistrikan tersebut, PLTS Suana menjadi salah satu sumber energi terbarukan. Ketika produksi listrik dari tenaga surya berada pada tingkat tinggi, energi yang dihasilkan dapat disimpan melalui BESS.

Baterai tersebut memungkinkan listrik dari PLTS digunakan kembali ketika dibutuhkan. Dengan mekanisme itu, energi surya tetap dapat dimanfaatkan setelah matahari terbenam maupun saat kebutuhan listrik meningkat.

Di sisi lain, PLTD masih menjadi bagian dari sistem kelistrikan Nusa Penida untuk mendukung keandalan pasokan listrik. Keberadaan pembangkit konvensional tersebut berjalan bersama PLTS dan BESS dalam sistem yang diatur secara terintegrasi.

Smart Microgrid kemudian berperan mengatur pemanfaatan ketiga sumber energi tersebut berdasarkan kondisi pasokan dan kebutuhan listrik. Pengaturan ini juga memungkinkan sistem merespons perubahan produksi energi terbarukan yang dipengaruhi kondisi cuaca.

Pengalaman Nusa Penida Jadi Pembelajaran PLN

Bagi PLN UP2D Bali, pengoperasian sistem di Nusa Penida menjadi pengalaman dalam menghadapi meningkatnya penetrasi pembangkit berbasis energi terbarukan.

Pengaturan sistem dituntut semakin responsif agar berbagai sumber energi dapat bekerja secara optimal tanpa mengabaikan keandalan pasokan listrik bagi pelanggan.

“Ke depan, tantangannya bukan hanya menghadirkan semakin banyak energi terbarukan, tetapi juga memastikan seluruh sumber energi tersebut dapat dikelola selaras dengan kebutuhan pelanggan dan kondisi jaringan. Nusa Penida memberikan pengalaman nyata bagi kami dalam mengintegrasikan PLTS, BESS, dan pembangkit eksisting melalui pengaturan yang lebih cerdas,” ujar Petrus.

Menurut Petrus, penerapan Smart Microgrid di Nusa Penida memperlihatkan bahwa pengembangan energi bersih tidak hanya berkaitan dengan penambahan pembangkit energi terbarukan. Kesiapan sistem untuk mengelola energi tersebut juga menjadi bagian penting.

Integrasi PLTS, BESS, dan pembangkit eksisting menjadi salah satu pendekatan untuk menjaga keseimbangan antara pemanfaatan energi terbarukan dan keandalan pasokan listrik bagi masyarakat Nusa Penida.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Sunartono

Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|