Jualan HP Makin Susah, Pedagang ITC Sebut Stok Kosong di Mana-Mana

11 hours ago 6

Jakarta, CNBC Indonesia - Pedagang ponsel mengeluhkan semakin sulitnya mendapatkan stok produk untuk dijual. Dalam beberapa bulan terakhir, pasokan HP disebut tidak selalu tersedia, bahkan varian warna tertentu kerap kosong karena distribusi dari pusat yang terbatas.

"Barangnya makin ke sini makin enggak banyak. Enggak selalu ada stoknya. Warna saja kadang enggak lengkap dari pusatnya," ujar pegawai toko di ITC Kuningan, Jakarta Selaran, kepada CNBC Indonesia, Selasa (2/6/2026).

Ia menjelaskan sebagian besar ponsel memang dirakit di Batam. Namun, komponen dan suku cadang utama masih bergantung pada pasokan dari China. Adapun komponen chip memori sedang mengalami kelangkaan secara global, yang memicu kenaikan harga barang elektronik, termasuk HP.

Jualan HP China Anjlok di Q1 2026

Fenomena ini terjadi di tengah tekanan yang sedang melanda industri smartphone global. Raksasa HP China sendiri menjadi yang paling terdampak krisis chip memori global.

Setidaknya begitu yang tersirat dari laporan pengapalan HP kuartal-I (Q1) 2026, berdasarkan data dari firma riset IDC dan Counterpoint

Menurut data IDC, pengapalan Xiaomi mengalami penurunan 19,1% YoY. Xiaomi mengapalkan 33,8 juta unit HP dalam tiga bulan pertama 2026, dengan meraup pangsa pasar 21,1%.

Xiaomi memang masih bertahan di posisi ketiga, tetapi mencatat penurunan paling tajam di antara jejeran 'Top 5'.

Menurut laporan IDC, hal ini disebabkan keputusan Xiaomi yang secara strategis mengurangi pengiriman model-model lama untuk menghindari kenaikan harga besar-besaran.

Proyeksi Makin Merosot

Sementara itu, Counterpoint Research memproyeksikan pengiriman smartphone dunia akan turun 13,9% menjadi 1,08 miliar unit, seiring memburuknya kelangkaan chip memori global.

Melansir The Straits Times, proyeksi terbaru yang dirilis pada 1 Juni 2026, lebih buruk dibandingkan perkiraan sebelumnya pada Februari 2026 yang memprediksi penurunan sebesar 12,4%.

Counterpoint menyebut pasokan chip semakin tertekan akibat dampak perang Iran yang memperburuk rantai pasok global.

Adapun tekanan paling besar dirasakan segmen smartphone kelas bawah. Produsen chip kini lebih banyak mengalokasikan kapasitas produksi untuk chip yang digunakan dalam pengembangan kecerdasan buatan (AI), sehingga produksi perangkat murah menjadi semakin tidak ekonomis.

Analis utama Counterpoint Wang Yang, menyebut, produsen yang fokus pada segmen harga murah diperkirakan menghadapi tekanan lebih besar.

Xiaomi misalnya, yang diperkirakan mencatat penurunan pengiriman 28% sepanjang tahun.

(fab/fab)

Add logo_svg as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|