Kakorlantas Polri Irjen Agus Suryonugroho saat diwawancarai Republika di halaman NTMC Korlantas Polri, Jakarta, Senin (9/3/2026).
REPUBLIKA.CO.ID, CIKAMPEK -- Kakorlantas Polri Irjen Agus Suryonugroho memprediksi puncak arus mudik Lebaran 2026 akan terjadi pada 17 hingga 18 Maret. Prediksi tersebut menjadi dasar penyiapan rekayasa lalu lintas di jalur utama menuju Trans Jawa.
Agus menyampaikan hal itu saat meninjau Pos Terpadu Operasi Ketupat Lodaya 2026 Polda Jawa Barat (Jabar) di Rest Area KM 57 Tol Jakarta–Cikampek, Ahad (15/3/2026). Dalam kunjungan tersebut ia menerima paparan dari jajaran Polda Jawa Barat (Jabar) mengenai skenario pengelolaan keamanan dan lalu lintas selama masa mudik.
“Kita sudah menggunakan teknologi digital untuk memantau, memutuskan, dan mencari data riil sebagai dasar pengambilan keputusan. Diperkirakan tanggal 17 sampai 18 itu arus puncak,” kata jenderal bintang dua ini di KM 57, dikutip Senin (16/3/2026).
Agus menjelaskan pemantauan arus kendaraan dilakukan melalui sistem digital. Hal itu memungkinkan petugas memperoleh data lalu lintas secara real time. Data tersebut menjadi dasar penentuan kebijakan manajemen lalu lintas ketika terjadi lonjakan kendaraan di jalur tol.
Ia melanjutkan, rekayasa lalu lintas yang disiapkan mencakup penerapan contraflow hingga skema one way di jalur menuju Trans Jawa. Kebijakan itu akan diterapkan sesuai parameter volume kendaraan yang melintas.
“Diawali dari contraflow lajur satu dengan parameter 5.500 kendaraan per jam yang melintasi arah Trans Jawa. Jika pada satu jam berikutnya volume mencapai 6.400 kendaraan, baru contraflow lajur dua,” ujar Agus.
Kakorlantas mengapresiasi kesiapan Pos Terpadu Operasi Ketupat Lodaya yang terintegrasi dengan dukungan infrastruktur teknologi. Pos tersebut menjadi pusat koordinasi pemantauan lalu lintas dan pengamanan selama arus mudik.
Agus menilai kondisi lalu lintas pada awal pelaksanaan Operasi Ketupat masih tertib dan terkendali. Data keselamatan juga menunjukkan penurunan angka fatalitas kecelakaan di wilayah Jabar dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
“Dan bahkan indikator fatalitas korban ada penurunan dari tahun yang lalu sampai 91 persen. Tahun lalu 26 orang meninggal, sekarang baru satu,” ucapnya.
Karo Ops Polda Jawa Barat Kombes Laode Aries El Fathar memastikan kesiapan pengamanan wilayah telah dilakukan sebelum Operasi Ketupat dimulai. Rangkaian pengamanan diawali melalui operasi keselamatan lalu lintas serta operasi penyakit masyarakat guna menciptakan situasi kondusif.
“Kami sampaikan pada prinsipnya Polda Jabar siap mengamankan kegiatan ataupun pelaksanaan Operasi Ketupat 2026,” kata Laode.

2 hours ago
2

















































