REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pemerintah Kanada mengumumkan investasi terbesar dalam sejarah sektor olahraga nasional dengan mengalokasikan dana sebesar 1 miliar dolar Kanada (sekitar Rp 11,8 triliun). Kebijakan ini diumumkan Perdana Menteri Mark Carney pada akhir Juli lalu setelah berakhirnya Piala Dunia 2026 yang untuk pertama kalinya menghadirkan pertandingan putaran final Piala Dunia putra di Kanada.
Carney menyatakan, keberhasilan Kanada menjadi tuan rumah bersama Amerika Serikat dan Meksiko menjadi momentum untuk membangun fondasi baru bagi perkembangan olahraga nasional, khususnya sepak bola. Menurut dia, antusiasme masyarakat selama turnamen menunjukkan olahraga mampu menjadi perekat bangsa sekaligus memberikan dampak ekonomi yang signifikan.
"Pemerintah kami melakukan investasi terbesar sepanjang sejarah untuk olahraga, yaitu sebesar 1 miliar dolar Kanada, guna memperluas akses masyarakat terhadap olahraga, meningkatkan kualitas stadion, lapangan, dan taman publik, serta memberikan dukungan kepada atlet agar mampu berkembang dari tingkat akar rumput hingga panggung dunia," kata Carney dalam pernyataan resminya, dikutip dari TSN.
Ia menilai penampilan tim nasional Kanada di Piala Dunia menjadi pencapaian bersejarah. Kanada mencatat kemenangan perdana di putaran final Piala Dunia, meraih kemenangan pertama di fase gugur, dan untuk kali pertama melangkah hingga babak 16 besar.
Carney juga menyoroti sejumlah momen yang menurutnya akan dikenang publik Kanada, mulai dari trigol Jonathan David, gol kemenangan Stephen Eustaquio pada injury time saat menghadapi Afrika Selatan, hingga aksi Nathan Saliba yang mencetak gol setelah menggantikan Ismael Kone yang mengalami cedera dan merayakannya dengan mengangkat jersey rekannya tersebut.
Menurut Carney, perjuangan tim nasional Kanada menunjukkan karakter, daya juang, dan semangat pantang menyerah yang membuat masyarakat bangga. Ia menilai skuad berjuluk The Canucks itu berhasil membuktikan bahwa Kanada mampu bersaing dengan negara mana pun di panggung sepak bola dunia.
Selain pencapaian di lapangan, Carney menyebut penyelenggaraan Piala Dunia memberikan manfaat ekonomi yang besar. Ratusan ribu suporter memadati berbagai kota, termasuk Vancouver dan Toronto, sementara turnamen tersebut juga menciptakan puluhan ribu lapangan kerja serta mendorong aktivitas ekonomi di berbagai sektor.
Pemerintah Kanada juga memastikan sebagian investasi tersebut akan digunakan untuk mendukung pembangunan Canada Soccer National Training Centre sebagai pusat pelatihan permanen sepak bola nasional. Fasilitas itu diharapkan menjadi tempat pembinaan generasi pesepak bola masa depan, mengikuti jejak pemain seperti Alphonso Davies dan Christine Sinclair.
Carney berharap gairah masyarakat terhadap sepak bola tidak berhenti setelah Piala Dunia berakhir. Ia mengajak publik untuk terus memberikan dukungan kepada klub-klub lokal maupun tim nasional sepanjang tahun sehingga perkembangan sepak bola Kanada dapat terus berlanjut.
"Perjalanan sepak bola Kanada baru saja dimulai. Yang terbaik masih akan datang," ujar Carney.

1 hour ago
2

















































