Kapitalisasi Saham Syariah Susut Rp 1.745 Triliun, Pangsa Pasar Tertekan

2 hours ago 5

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kapitalisasi saham syariah mengalami penurunan signifikan pada awal 2026. Kondisi tersebut ikut menekan pangsa pasar keuangan syariah nasional meski nilai aset industri masih mencatat pertumbuhan positif.

Deputi Direktur Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS) Eka Jati R Firmansyah, yang mewakili Pelaksana Tugas Direktur Jasa Keuangan Syariah KNEKS Dwi Irianti Hadiningdyah, mengatakan kapitalisasi saham syariah turun sekitar 19 persen atau setara Rp 1.745 triliun dibandingkan posisi akhir 2025.

"Penurunan tersebut menjadi salah satu penyebab pangsa pasar keuangan syariah menyusut sekitar 0,5 persen dibandingkan tahun sebelumnya," ujar Eka dalam webinar Ikatan Ahli Ekonomi Islam (IAEI), Jumat (7/8/2026).

Di tengah tekanan tersebut, total aset keuangan syariah nasional masih tumbuh 6,4 persen secara tahunan menjadi Rp 10.662 triliun hingga April 2026. Namun, laju pertumbuhan itu masih berada di bawah pertumbuhan sektor keuangan nasional yang mencapai 8,7 persen sehingga pangsa pasar keuangan syariah belum mampu meningkat.

"Kondisi ini menunjukkan industri keuangan syariah masih menghadapi tantangan, terutama pada sektor pasar modal yang selama ini menjadi kontributor terbesar aset keuangan syariah. Karena itu, diperlukan upaya untuk memperkuat daya tarik instrumen syariah agar pertumbuhan industri kembali meningkat," katanya.

Meski demikian, kinerja perbankan syariah masih menunjukkan tren positif. Hingga April 2026, aset perbankan syariah mencapai Rp 1.055 triliun atau tumbuh 11 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Dana pihak ketiga (DPK) meningkat 12,1 persen menjadi Rp 824 triliun, sedangkan pembiayaan tumbuh 10,7 persen menjadi Rp 724 triliun. Pangsa pasar perbankan syariah juga naik tipis dari 7,44 persen menjadi 7,46 persen.

Saat ini, industri keuangan syariah masih didominasi pasar modal dengan porsi sekitar dua pertiga dari total aset, disusul sektor industri keuangan nonbank syariah dan perbankan syariah. Besarnya kontribusi pasar modal membuat penurunan kapitalisasi saham syariah berpengaruh terhadap kinerja industri keuangan syariah secara keseluruhan.

Eka menilai penguatan literasi, inovasi produk, serta dukungan kebijakan tetap diperlukan agar industri keuangan syariah dapat tumbuh lebih cepat dan meningkatkan pangsa pasarnya di tengah industri keuangan nasional.

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|