Kapolda Akui Motif Bunuh Diri Bocah SD di NTT karena Masalah Ekonomi

1 month ago 18

Suasana pemakaman bocah YBR di Desa Batajawa, Jerebuu, Kabupaten Ngada, NTT.

REPUBLIKA.CO.ID, KUPANG -- Kapolda NTT Irjen Pol Rudi Darmoko mengakui motif Utama anak bunuh diri di NTT diduga kuat karena faktor ekonomi dan rasa kecewa. Namun polisi masih melakukan penyelidikan untuk memastikan kebenarannya.

"Motif utama karena hal itu namun masih didalami. Untuk sementara, sesuai dari hasil penyelidikan awal dan olah TKP karena kekecewaan tapi masih didalami lagi," ujar Kapolda NTT.

Hasil olah TKP dan laporan awal menunjukkan bahwa tindakan korban yang masih duduk di sekolah dasar kelas IV itu karena masalah ekonomi. Korban ditengarai bunuh diri lantaran tak bisa membeli buku.

Bocah kecil itu ditemukan tewas dengan posisi tergantung pada pohon cengkeh pada Kamis (29/1) di Karadhara, Desa Nenowea, Kecamatan Jerebuu, Kabupaten Ngada.

Kapolda NTT telah mengirim konselor psikologi untuk memberikan pendampingan terhadap keluarga, khususnya orang tua dari siswa kelas IV SD. "Tim sudah ke Kabupaten Ngada hari ini dan memberikan pendampingan serta penguatan bagi keluarga korban," kata Kapolda NTT di Kupang, Rabu.

Tim yang dikirim tersebut terdiri dari Kabag Psikologi Biro SDM Polda NTT Kompol Dwi Chrismawan bersama Kasubbag Psipol Bagian Psikologi Biro SDM Kompol Prasetyo Dwi Laksono dan Bamin Bagian Psikologi Biro SDM Polda NTT Bripda Yoseph Alexander Rewo

Konseling dan pendampingan akan dilakukan tim mulai Rabu (4/2) sampai dengan Minggu (8/2) di Karadhara, Desa Nenowea, Kecamatan Jerubuu, Kabupaten Ngada. "Tim melakukan pembinaan dan pendampingan mental kepada keluarga korban," ujar Kapolda NTT.

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|