Illustrasi kereta gantung di kawasan Prambanan.
REPUBLIKA.CO.ID, SLEMAN -- Kabupaten Sleman bersiap menyambut wajah baru pariwisata, pasalnya kawasan Prambanan bakal segera memiliki destinasi unik berupa wisata kereta gantung bertajuk Prambanan Heritage Skyline. Proyek bernilai sekitar Rp200 miliar ini digadang-gadang menjadi ikon wisata udara pertama di Indonesia yang menggabungkan panorama alam dan kekayaan cagar budaya.
Pemerintah Kabupaten Sleman pun mulai mematangkan realisasi proyek tersebut. Setelah mengantongi persetujuan prinsip dari Pemda DIY, tahapan awal pembangunan mulai berjalan, termasuk penyelesaian lahan dan pemenuhan berbagai perizinan teknis.
Kepala DPMPTSP Sleman, Triana Wahyuningsih, menuturkan bahwa pembangunan wisata kereta gantung merupakan bentuk investasi penting bagi Kabupaten Sleman. Menurutnya, lokasi yang dipilih sangat strategis, terutama karena wilayah Sleman bagian timur masih membutuhkan dorongan pengembangan untuk meningkatkan potensi pariwisata dan ekonomi daerah.
"Biar nanti ada destinasi wisata yang lebih beragam," ucapnya Kamis (23/4/2026).
Triana menjelaskan, pihak investor proyek wisata kereta gantung telah mengantongi Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang (KKPR) untuk tiga klasifikasi baku lapangan usaha Indonesia (KBLI). Saat ini, proses yang masih berjalan adalah penyelesaian lahan sebagai bagian dari tahapan awal pembangunan.
Dia menilai, kawasan Prambanan memiliki posisi yang sangat strategis. Selain masuk dalam Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN), wilayah ini juga didukung akses infrastruktur, termasuk keberadaan pintu tol Prambanan yang berpotensi menjadi simpul (hub) wisata penghubung DIY dan Jawa Tengah.

3 hours ago
1
















































