Tim SAR gabungan mengevakuasi jenazah korban bencana tanah longsor yang ditemukan di Desa Pasirlangu, Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, Ahad (25/1/2026). Berdasarkan hasil asesmen tim SAR gabungan hingga Ahad (25/1) pukul 10.00 WIB, sebanyak 11 orang ditemukan meninggal dunia, dan 79 lainnya masih dalam pencarian.
REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG — Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyalurkan dana sebesar Rp 1,3 miliar sebagai kompensasi uang kontrakan bagi warga terdampak bencana tanah longsor di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, dan Desa Sukajaya, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat (KBB).
Kebijakan pemberian uang kontrakan tersebut diambil agar warga tidak bertumpuk di lokasi pengungsian yang berada di kawasan rawan longsor.
“Daripada numpuk di sini, lebih baik cari kontrakan. Setiap kepala keluarga kita siapkan Rp 10 juta untuk bekal hidupnya. Jadi tidak lagi ada penumpukan orang di sini, tidur di sini,” kata Dedi yang akrab disapa KDM, Senin (26/1/2026).
Menurut KDM, uang kontrakan hanya diberikan kepada kepala keluarga yang rumahnya terdampak langsung longsor. Dengan dikosongkannya lokasi pengungsian, ia berharap proses evakuasi dan pencarian korban dapat dilakukan secara optimal.
“Kita fokus menangani korban yang belum ditemukan. Kita siapkan Rp 1,340 miliar hari ini. Kita prioritaskan warga yang mengungsi di sini terlebih dahulu,” ujarnya.
Selain itu, KDM memastikan pemerintah provinsi akan memberikan santunan sebesar Rp 25 juta kepada setiap keluarga korban meninggal dunia. Santunan tersebut diberikan kepada ahli waris, termasuk bagi keluarga yang rumahnya tidak terdampak longsor, namun kehilangan anggota keluarga.
“Yang meninggal nanti saya kasih santunan Rp 25 juta, diberikan kepada ahli waris sebagai santunan kematian,” ucapnya.

1 month ago
28














































