Kejar Target Internet Murah, Surge (WIFI) Bidik Pendanaan Rp2,5 T

1 week ago 20

8000 hoki Data Daftar web Slots Gacor Japan Terpercaya Mudah Scatter Non Stop

hoki kilat slot Akun server Slot Maxwin China Terkini Pasti Lancar Menang Banyak

1000 Hoki Online Situs situs Slot Gacor Indonesia Terbaik Sering Lancar Win Banyak

5000hoki List Agen website Slots Gacor Philippines Terpercaya Mudah Lancar Scatter Online

7000hoki.com List ID server Slot Maxwin Japan Terkini Mudah Lancar Scatter Full Terus

9000hoki Data Akun situs Slot Maxwin Japan Terbaik Mudah Menang Setiap Hari

Data game Slots Maxwin Singapore Terbaru Gampang Lancar Win Full Non Stop

Idagent138 Daftar Id Slot Game

Luckygaming138 login Akun Slot Anti Rungkat Terbaik

Adugaming login Akun Slot Online

kiss69 Slot Anti Rungkad Terpercaya

Agent188 Daftar Id Slot Anti Rungkat Online

Moto128 Id Slot Maxwin

Betplay138 Akun Slot Game

Letsbet77 login Akun Slot Anti Rungkad Terpercaya

Portbet88 login Slot Gacor Terbaik

Jfgaming Daftar Id Slot Anti Rungkat

MasterGaming138 Akun Slot Terpercaya

Adagaming168 login Id Slot Terpercaya

Kingbet189 Daftar Slot Game Terpercaya

Summer138 Daftar Id Slot Anti Rungkat Online

Evorabid77 Akun Slot Anti Rungkat Online

Jakarta, CNBC Indonesia — Emiten terafiliasi Hashim Djojohadikusumo, PT Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI) atau Surge berencana untuk mengeluarkan obligasi sebesar Rp2,5 triliun di tahun 2025.

Direktur Utama WIFI Yune Marketatmo mengatakan obligasi tersebut akan digunakan untuk investasi pengembangan jaringan sepanjang Pulau Jawa dan penyediaan internet murah. Hal ini seraya untuk mengejar target perseroan menjangkau 40 juta user dalam 5 tahun.

"Rp2,5 juta itu untuk investment kita. Keluarnya tahun ini. Yang (obligasi) tahun lalu tetap ada, tapi ya mungkin akan kita ganti dengan yang ini," kata Yune kepada media, di Jakarta, Kami, (20/3/2025).

Sebelumnya, Surge mencatatkan emisi obligasi perdana senilai Rp 600 miliar di Bursa Efek Indonesia (BEI), pada Jumat (5/7/2024). Obligasi ini dikeluarkan melalui Anak usahanya yaitu PT Integrasi Jaringan Ekosistem - IJE (Weave).

Perusahaan telekomunikasi ini juga telah mendapat kredit investasi senilai Rp 978 miliar dari BNI. Besaran ini akan digunakan untuk membangun 700 ribu homepass, atau jumlah rumah atau bangunan yang dapat dihubungkan oleh operator di suatu wilayah layanan.

Yune mengatakan, pihaknya akan fokus untuk menjajaki segmen bisnis menengah bawah. Pasalnya pengguna internet di Indonesia tercatat sebesar 220 juta, sementara penetrasi di industri baru 15%. 

"Segmen menengah bawah ini terbuka lebar. Jadi engine of growth ini terbuka lebar. Asal kita sebetulnya tajam dan harus fokus ke masyarakat pengguna bawah teknologi. Nah ini yang jadi misinya kami," ujar Yune.

Lebih jauh, menurut datanya, jumlah rumah Indonesia tecatat sebesar 85 juta, sementara yang belum terlayani ada 70 juta rumah. Dengan itu, Surge berencana untuk menaikkan basis kecepatan layanan internetnya dari 100 Mbps ke 200 Mbps di rentang harga Rp100 ribu ke ritel.

Sebagaimana diketahui, Pemerintah mendorong implementasi internet berkecepatan 100 Mbps dengan harga terjangkau di Indonesia. Program Internet Rakyat itu menyasar masyarakat kelas menengah-ke-bawah (mid-to-low) agar bisa mencicipi akses internet fixed broadband murah dengan kecepatan mumpuni.


(mkh/mkh)

Saksikan video di bawah ini:

Video: Emiten Kedai Kopi Fore Mau IPO, Begini Prospeknya

Next Article Surge (WIFI) Kedatangan Investor Baru, Ada Hashim Djojohadikusumo

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|